Sulteng Today – Upaya Gubernur Anwar Hafid mendorong Sulawesi Tengah (Sulteng), menjadi simpul logistik nasional diapresiasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ketua Fraksi (PKB) DPRD Sulteng, Rahmawati M Nur, S.Ag yang dihubungi Sulteng Today, Kamis, 10 Juli 2025, menyampaikan dukungan terhadap upaya konkret Gubernur Anwar Hafid.
Dia berpendapat, infrastruktur yang direncanakan ini dapat memperlancar rantai pasok logistik ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Sekaligus, dapat menurunkan biaya logistik di kawasan Sulawesi.
“Rahma mencontohkan bila ruas Tambu – Kasimbar diperlebar. Apalagi bila diikuti pembangunan pelabuhan, di wilayah Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, maka arus barang dari wilayah Manado dan Gorontalo makin lancar, sekaligus membuat biaya angkut logistik lebih efesien,” jelas mantan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini.
Menyinggung rencana pembangunan ruas jalan Gimpu, Peana, Kalamanta, Kabupaten Sigi tembus di Seko, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rahma sangat yakin, kawasan tersebut bisa menjelma menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Apalagi, kawasan itu sangat dekat dengan situs Megalit yang selalu dikunjungi wisatawan baik nasional maupun mancanegara,” jelas Rahma.
Rabu, 9 Juli 2025, Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyampaikan keinginan rakyat Sulteng untuk menjadikan daerah ini, sebagai poros konektivitas nasional. Keinginan ini disampaikan langsung kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat pertemuan di ruang Polibu kantor gubernur, Rabu lalu. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, Anwar mengusulkan sejumlah proyek strategis.
Ini daftarnya;
- Pembangunan ruas jalan Tambu–Kasimbar. Jalan ini akan memotong jalur logistik dari wilayah utara. Sehingga biaya distribusi barang dan jasa lebih efesien.
- Pembangunan jalan bypass Palu–Parigi via Bora sepanjang 48 Km. Jalan ini nantinya, dapat menjadi jalur alternatif menggantikan jalur Kebon Kopi yang selama ini sering ditutup karena longsor.
- Serta pengembangan ruas Labuan–Lumbubaka–Siniu sepanjang 33 Km yang akan memangkas waktu tempuh ke Pelabuhan Pantoloan menjadi hanya enam menit.
- Pembangunan jalan penghubung dari ibukota Provinsi Sulteng menuju Perbatasan Sulawesi Selatan melalui Desa Gimpu, Peana, dan Kalemantana, Kabupaten Sigi hingga menembus ke Seko, Luwu Utara. Jalur ini dapat memangkas jarak Makassar–Palu hingga 200 km, sekaligus membuka akses menuju kawasan Taman Nasional Lore Lindu, serta situs megalitikum, yang bernilai wisata dan budaya tinggi. Rencana-rencana ini lanjut Anwar, bagian dari visi-misi program Berani. “Khususnya misi Berani Lancar yang menargetkan pembangunan 1.000 Km jalan, dalam lima tahun, untuk menjangkau wilayah terpencil dan kawasan strategis nasional,” tegas Anwar.
Anwar yakin, realisasi pembangunan infrastruktur tersebut akan menjadikan Sulteng, sebagai simpul utama, pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. Mengingat posisi geografis Sulteng, yang tepat berada di jantung Indonesia.**
