PALU, sultengtoday.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memberikan angin segar kepada koperasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Para pelaku ekonomi di daerah yang ingin mengelola sumber daya alam (SDA) akan diprioritaskan.
Selama ini, banyak izin usaha pertambangan dikuasai perusahaan-perusahaan besar, yang berpusat di Jakarta. Sementara masyarakat lokal hanya menjadi penonton.
“Ini tidak adil. Barang milik daerah. Tapi yang pegang izin kebanyakan orang Jakarta. Itu-itu saja. Karena itu, kita ubah Undang-Undang Minerba. Saya ingin mengembalikan orang daerah, menjadi tuan di negeri sendiri. Koperasi, UMKM, dan BUMD kita prioritaskan, untuk bisa mendapat ruang mengelola tambang, tanpa harus ribet dengan tender panjang,” tegas Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia saat menyampaikan sambutan di acara pembukaan Musda XI Partai Golkar di Sriti Convetion Hall Palu, Ahad, 24 Agustus 2025.
Penjelasan Ketum Golkar ini, sebagai respons atas curahan hati (Curhat) Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid yang menjelaskan, bahwa Sulteng daerah kaya, tapi pendapatan daerahnya masih sangat minim.
Bahlil melanjutkan, pemerintah pusat tengah mendorong hilirisasi tambang, agar nilai tambah tidak hanya dinikmati di luar daerah.
Presiden Prabowo Subianto kata Bahlil, berkomitmen menjalankan Pasal 33 UUD 1945 secara konsekuen, dan Golkar akan menjadi garda terdepan untuk memastikan sumber daya alam benar-benar digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.
Terkait salah satu penyebab minimnya PAD Sulteng, Bahlil menyinggung perbedaan mekanisme perizinan Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian.
“Izin dari ESDM biasanya memberikan setoran optimal ke PAD, sedangkan izin industri dari Kementerian Perindustrian justru minim kontribusi,” jelas mantan Ketum BPP Hipmi ini.
“Kalau masalah ini kita selesaikan, potensi PAD Sulteng bisa bertambah Rp2 triliun. Dengan tambahan itu, fiskal daerah akan cukup kuat untuk membangun Sulteng lebih maju,” pungkas Bahlil.**
