Petani Morowali Utara Terancam Gagal Panen, 240 Hektar Sawah Terendam

Headline, Sulteng2086 Dilihat

MOROWALI UTARA, sultengtoday.id – Petani di Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah terancam gagal panen. Ini disebabkan luapan air Sungai Lampi, yang saat ini masih menggenangi sawah mereka.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Morowali Utara (LBH Morut), Alexander kepada sultengtoday.id, Kamis, 28 Agustus 2025 menjelaskan, sawah petani di Desa Bunta dan Desa Tompira yang terendam seluas 240 hektar.

“240 hektar sawah di Bunta dan Tompira ini dicetak tahun 2015. Rencananya, Jumat, 29 Agustus petani akan menemui Bupati Morut. Mereka mengadukan nasib dengan Bupati,” ungkap Alex, yang selama ini konsisten mendampingi petani di daerah itu.

Menurut Alex, genangan air yang tidak kunjung surut, diduga disebabkan aktivitas PT. Stardust Estate Investment (SEI) di daerah itu. PT SEI kata Alex menimbun aliran Sungai Lampi, sehingga terjadi pendangkalan dan penyempitan Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Ketika curah hujan tinggi, pasti terjadi luapan banjir, karena DAS sudah dangkal dan sempit. Luapan banjir ini menggenangi 240-an hektar sawah. Bahkan pemukiman warga di wilayah Desa Tompira, Bunta, Korolama dan Koromatantu, Kecamatan Petasia juga digenangi air,” jelas Alex.

Sebelum PT SEI beraktivitas di DAS tersebut, pernah terjadi banjir karena curah hujan tinggi. Tetapi, begitu hujan reda, air yang menggenangi sawah juga surut.

“Sekarang kondisinya sudah berubah. Begitu air meluap, tidak akan surut lagi, sebab kondisi di wilayah DAS sudah berubah,” jelasnya lagi.

Sebenarnya kata Alex, Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, M.Si melalui Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Sulteng, telah menyurati PT SEI agar menormalisasi kembali DAS Lampi. Tetapi surat tersebut belum mendapat respons yang memadai. Ini dibuktikan aktivitas di lapangan tidak berubah.

Beberapa waktu lalu, rombongan Komisi III DPRD Sulteng juga mengunjungi wilayah terdampak aktivitas PT SEI. Namun kata Alex, desakan Komisi III kepada PT SEI seolah angin lalu.

“Sampai hari ini, Kamis, 28 Agustus tidak ada perubahan sama sekali di lapangan. Desakan Gubernur dan DPRD Sulteng belum merubah kondisi di lapangan,” jelas Alex menambahkan.

Alex belum mengetahui persis, sosok yang sangat kuat di belakang PT SEI, sehingga terkesan abai terhadap surat Gubernur Sulteng dan desakan pimpinan Komisi III DPRD Provinsi Sulteng.

Sekadar mengingatkan, beberapa waktu lalu para politisi senior dari daerah pemilihan Morowali dan Morowali Utara (Morut) melakukan kunjungan kerja sekaligus menyambangi kawasan di mana PT. SEI beraktivitas.

Kunjungan ini merupakan respon atas aspirasi masyarakat di Dapil Morowali Morut. Mereka antra lain, Ketua Komisi III DPRD Sulteng Arnila M.Ali, Wakil Ketua Komisi III, Zainal Abidin Ishak, dan Sekretaris Komisi III DPRD Sulteng, Muhammad Safri.**