Siswa di Sulawesi Tengah Keracunan MBG, PMII Minta Penyedia Bertanggung Jawab

Headline, Hukum1102 Dilihat

PALU, sultengtoday.id – Kasus keracunan siswa di Kota Palu, Parigi Moutong dan Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah membuat aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) prihatin.

Siswa di tiga daerah itu keracunan setelah menyantap makanan dari dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Merespon peristiwa ini, Selasa, 23 September 2025 puluhan aktivis PMII dari Komisariat Universitas Tadulako dan Komisariat Universitas Alkhairaat Palu berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Sulteng, Jalan Sam Ratulangi Palu.

Mereka mengingatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) agar berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk dengan Badan Gizi Nasional (BGN), untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Saat berorasi Koordinator Lapangan (Korlap) aksi PMII, Ahmad Alhabsyi menyampaikan empat aspirasi PMII Sulawesi Tengah. Pertama, mendesak investigasi menyeluruh atas kasus keracunan siswa. Kedua, menuntut pertanggungjawaban pihak penyedia makanan.

Ketiga meminta evaluasi dan transparansi dalam pengadaan makanan bergizi gratis dan ke empat, para aktivis ini menuntut perlindungan maksimal terhadap keselamatan siswa di lingkungan sekolah.

Setelah berorasi, perwakilan massa PMII diterima langsung oleh Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulteng, Fahrudin Yambas didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Yudiawati V. Windarrusliana, S.KM, M.Kes.

Pada kesempatan tersebut Fahrudin merespon aspirasi PMII, sekaligus berjanji akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait, untuk memastikan tidak ada lagi kasus keracunan di masa mendatang.

Setelah bertemu dengan Pemprov Sulteng, massa PMII membubarkan diri dengan damai.**

editor: moh. habil masri