SPAM Uveta Akan Dikelola Pemprov Sulteng, Gubernur dan BPBPK Bahas Pembangunan Infrastruktur Air Bersih

Headline, Sulteng514 Dilihat

PALU, Sulteng Today — Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur, dr. Reny Lamadjido, dan Sekretaris Daerah, Novalina, menerima audiensi Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tengah, Firman Aksara, di Ruang Kerja Gubernur, Rabu, 15 Oktober 2025.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah program strategis di bidang infrastruktur permukiman, khususnya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), penataan kawasan, serta peluang kerja sama investasi pengelolaan air bersih di daerah.

Firman Aksara menjelaskan, saat ini balai tengah menangani pembangunan dan rehabilitasi berbagai infrastruktur dasar di Sulawesi Tengah. Antara lain, penataan kawasan strategis Bahodopi di Morowali dengan nilai investasi sekitar Rp60 miliar.

Proyek tersebut mencakup pembangunan drainase, jalan lingkungan, dan fasilitas umum di dua desa, yakni Desa Baho Makmur dan Desa Bahodopi.

Selain itu, Ia juga memaparkan perkembangan SPAM Uveta, yang memiliki kapasitas 600 liter per detik.

SPAM ini akan dikelola Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui unit khusus.

Dari kapasitas tersebut, 450 liter per detik dialokasikan untuk Kota Palu dan 150 liter per detik untuk Kabupaten Sigi.

Balai juga menegaskan komitmen untuk mempercepat penyelesaian proses serah terima aset kepada pemerintah provinsi, agar pengelolaan air curah dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

Gubernur Anwar Hafid menyambut baik langkah-langkah percepatan tersebut, dan menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama.

“Yang penting air cepat mengalir dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Soal pendapatan nanti mengikuti, karena anggaran yang kita gunakan juga bersumber dari negara,” ujar Gubernur Anwar Hafid dalam rilis yang dikirimkan Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Sulteng.

Dalam kesempatan itu juga dibahas rencana revisi Nota Kesepahaman (NK) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pemerintah daerah dan balai, agar mekanisme serta pembagian kapasitas air dapat lebih jelas, efisien, dan sesuai kemampuan masing-masing daerah.

Firman menambahkan, hasil uji keandalan SPAM Oloboju, yang merupakan bagian dari sistem SPAM Pasigala pascagempa, telah menunjukkan kondisi berfungsi baik, meski masih terdapat beberapa catatan teknis yang akan diselesaikan pada akhir tahun ini.

Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk mempercepat perbaikan infrastruktur air bersih, sinkronisasi data kebutuhan daerah, serta membuka peluang investasi di sektor pengelolaan air di wilayah Sulawesi Tengah. **

editor. moh. habil masri