Berkat Program MBG, Harga Telur di Kota Palu Naik, Peternak Panen Cuan

Ekobis, Headline1629 Dilihat

PALU, Sulteng Today – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah mendatangkan berkah bagi peternak ayam petelur.

Program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut menyebabkan harga telur naik, walaupun di saat bersamaan harga pakan ikut naik. Tapi peternak tetap mendapatkan keuntungan.

Efendi, salah seorang peternak ayam petelur di Kelurahan Pengawu, Kota Palu yang dihubungi Sulteng Today, Jumat sore, 17 Oktober 2025 mengaku bersyukur, dengan tingginya permintaan telur.

Ia mengakui harga pakan mengalami kenaikan, namun, peternak tetap mendapatkan keuntungan berkat tingginya permintaan telur, terutama dari pembeli yang mengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Istilahnya kami bisa panen cuan sedikit,’ jelas Efendi.

Jumat pagi, 17 Oktober 2025, Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido bersama sejumlah pejabat daerah, juga memantau harga kebutuhan pokok di dua pasar tradisional terbesar di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

Yakni, Pasar Inpres Manonda dan Pasar Masomba.

Dari pantauan tersebut diketahui bahwa, harga-harga kebutuhan pokok relatif stabil.

Harga beras yang beberapa bulan terakhir naik, kini mengalami penurunan.

Begitupula ikan selar, dijual pedagang dengan harga normal.

“Telur mengalami kenaikan akibat tingginya harga pakan ayam ras dan meningkatnya permintaan konsumen, terutama untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar dr. Reny.

Ia menambahkan, telur ayam saat ini dijual di kisaran Rp55.000 per rak, ayam potong dibandrol dengan harga Rp75.000 per ekor, serta bawang merah dan bawang putih dijual Rp50.000 per kilogram.

Terkait penurunan harga beras, Wagub Reny menjelaskan, ketersediaan beras SPHP dari Bulog sangat membantu menjaga keterjangkauan harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat di pasaran.

“Beras SPHP saat ini sudah banyak tersedia di pasar-pasar lokal. Ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” jelasnya.

Dalam waktu dekat kata Wagub Reny, Pemprov Sulteng akan menyalurkan bantuan beras ke desa-desa dan kelurahan, sebagai langkah konkret menjaga ketahanan pangan dan menekan potensi inflasi menjelang akhir tahun.

Di kesempatan tersebut, dr. Reny berpesan agar seluruh unsur TPID Sulteng terus memperkuat koordinasi, monitoring, dan analisis perkembangan harga bahan pokok secara rutin.

“Kami berharap TPID bersama OPD terkait tetap aktif melakukan pemantauan dan kajian harga, sehingga kita bisa mengantisipasi lebih awal potensi inflasi di daerah,” pungkasnya, sebagaimana rilis yang disampaikan kepada Sulteng Today.

Untuk diketahui, Wagub Reny bersama sejumlah pejabat daerah, meninjau harga kebutuhan pokok di pasar tradisional, sebagai uupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok, menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Natal Desember 2025 dan Tahun Baru 2026.**

editor. moh. habil masri