Gubernur Anwar Hafid: Nambaso Fest Simbol Cinta untuk Sulteng

Headline, Sulteng119 Dilihat

PALU, Sulteng Today – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid membuka acara Nambaso Fest, yang menjadi bagian dari rangkaian Semarak Sulteng Nambaso HUT ke-62 Provinsi Sulteng.

Kegiatan ini dilaksanakan di Jodjokodi Convention Center (JCC) Palu, Selasa malam, 14 April 2026.

‎‎Pembukaan festival ini berlangsung meriah. Masyarakat juga antusias menyaksikan acara tersebut. Kondisi ini membuktikan semangat kebersamaan tetap terjaga, meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.‎‎

Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk tetap menghadirkan kemeriahan dalam memperingati hari jadi Sulawesi Tengah.‎‎

“Sekalipun dalam suasana efisiensi, namun semarak kita memperingati ulang tahun ini tidak berkurang. Itulah makna Nambaso, dengan semangat itulah kita bisa berbuat,” ujar Anwar Hafid.‎‎

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas dukungan berbagai pihak yang turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. ‎‎

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama terselenggaranya festival tanpa membebani anggaran daerah.‎‎

“Alhamdulillah tahun ini di tengah efisiensi masih banyak yang membantu semarak ulang tahun ini. Banyak pihak ketiga yang memberikan sumbangan agar acara ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.‎‎

Lebih jauh, Anwar Hafid menggambarkan Sulawesi Tengah dengan metafora yang menyentuh, sebagai sosok ibu yang telah melahirkan generasi hebat dan menjadi tempat bertumbuh bagi masyarakatnya.‎‎

Menurutnya, Sulawesi Tengah banyak melahirkan putera dan puteri daerah yang berkiprah di nasional bahkan internasional.

‎‎“Sulawesi Tengah bagaikan seorang ibu, ibu yang telah melahirkan banyak orang-orang hebat, ibu yang memberikan kita tempat tinggal, ibu yang selalu memberikan anak-anaknya pelajaran hidup,” tuturnya.‎‎

Momentum Nambaso Fest juga dimanfaatkan Anwar Hafid untuk menyampaikan visi besar pembangunan ruang publik di Kota Palu. ‎‎

Ia menyebut, lokasi kegiatan tersebut ke depan akan dikembangkan menjadi alun-alun kota yang representatif.‎‎

“Malam ini di tempat ini, insya Allah di masa yang akan datang tempat ini akan menjadi alun-alun Kota Palu yang baru,” ungkapnya.

‎‎Ia bahkan membandingkan rencana tersebut dengan keberadaan Lapangan Istana Negara di Jakarta, sebagai simbol ruang publik yang mampu menjadi pusat kegiatan masyarakat dan seremoni kenegaraan.

‎‎Anwar Hafid memastikan ke depan Bumi Tadulako memiliki fasilitas seperti istana negara yang bisa menjadi rumah bersama masyarakat. ‎‎

“Kalau di Jakarta ada lapangan Istana Negara, di Sulawesi Tengah juga akan punya seperti itu, sehingga upacara ulang tahun yang akan datang bisa lebih meriah,” tambahnya.‎‎

Festival Nambaso sendiri dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan, mulai 14 hingga 18 April 2026, dengan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.‎‎

“Insya Allah pelaksanaan Festival Nambaso ini akan berlangsung mulai hari ini hingga tanggal 18 nanti,” jelasnya.‎‎

Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan pembukaan festival ini disebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan didukung penuh oleh pihak sponsor.‎‎

“Alhamdulillah kegiatan kita malam hari ini disponsori penuh dari yang di atas, sehingga tidak menggunakan APBD,” tegas Anwar.‎‎

Ia pun memastikan masyarakat tidak perlu khawatir, karena semangat gotong royong dan kontribusi dari berbagai elemen masyarakat Sulawesi Tengah tetap menjadi kekuatan utama.‎‎Peringatan HUT ke-62 Sulawesi Tengah tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum memperkuat persatuan, kolaborasi, dan optimisme menuju masa depan daerah yang lebih maju.‎‎

“Jadi masyarakat tidak perlu takut akan kesulitan, karena masih banyak anak-anak Sulawesi Tengah yang membantu menyumbang untuk acara malam hari ini,” pungkasnya.**

editor: moh. habil masri