Peringati Hari Lahir Pancasila, Kajati Sulteng: Kita Wujudkan Penegakan Hukum yang Berlandaskan Pancasila

Hukum39 Dilihat

PALU, Sulteng Today – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah (Kajati Sulteng) Zullikar Tanjung, S.H, M.H menyampaikan, peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati tiap tanggal 1 Juni, tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan.

Tetapi, harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen institusi, dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, memperteguh integritas aparatur, serta meningkatkan pelayanan hukum yang adil, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Hal ini antara lain disampaikan Kajati Zullikar saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, yang dilaksanakan di halaman kantor Kejati Sulteng, Selasa, 2 Juni 2026.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 kata Kajati Zullikar, Kejati Sulteng kembali meneguhkan komitmen, untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta menjadikan nilai-nilai Pancasila, sebagai landasan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi penegakan hukum, demi mewujudkan keadilan serta kemanfaatan bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kajati Zullikar juga membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Inbdonesia, Yudian Wahyudi.

Ia menegaskan, Pancasila telah terbukti menjadi perekat bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama yang dimiliki Indonesia.

Di tengah dinamika global yang diwarnai ketidakpastian ekonomi, perkembangan teknologi yang begitu pesat, hingga berbagai konflik geopolitik dunia, Pancasila tetap menjadi jangkar moral yang menjaga arah perjalanan bangsa.

Pancasila kata Wahyudi, merupakan bintang penuntun yang membimbing Indonesia untuk tetap kokoh dalam keberagaman. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya telah menjadi fondasi kuat yang menyatukan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis dalam satu identitas kebangsaan Indonesia.

Kepala BPIP RI juga menegaskan, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut berkontribusi dalam mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Nilai musyawarah, gotong royong, serta penghormatan terhadap kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila dinilai menjadi modal penting bagi bangsa Indonesia dalam membangun diplomasi dan memperkuat perdamaian global.

Lebih lanjut, dalam amanat tersebut diingatkan bahwa pembangunan nasional tidak cukup hanya bertumpu pada kemajuan ekonomi dan teknologi semata. Kemajuan tersebut harus berjalan seiring dengan penguatan nilai moral, etika, serta karakter bangsa.

Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, tumbuh, dan hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Kepada seluruh penyelenggara pemerintahan, termasuk aparatur negara di berbagai tingkatan, Kepala BPIP RI menitipkan pesan agar setiap kebijakan publik senantiasa berlandaskan prinsip keadilan sosial, berpihak pada kepentingan masyarakat, serta mampu menjangkau kelompok-kelompok yang membutuhkan perhatian negara secara optimal.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini antara lain diikuti Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, para Pejabat Utama, Kepala Kejaksaan Negeri Palu, para koordinator, pegawai, serta seluruh jajaran di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah.**

editor: moh. habil masri