Program Berani Cerdas Wujud Komitmen Gubernur-Wagub Sulteng Melaksanakan Konstitusi

Headline, Pendidikan167 Dilihat

PALU, Sulteng Today – Program Berani Cerdas yang tengah diimplementasikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng), merupakan wujud komitmen Gubernur Dr. Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Dr. Reny A. Lamadjido dalam melaksanakan konstitusi negara.

Hal ini antara lain disampaikan Pakar Hukum Tata Negara Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Dr. Sahran Raden M.H saat tampil sebagai pembicara di podcast bertajuk Bacas (Bacarita Sabtu). Podcast Bacas kali ini mengusung tema “Cerdaskah Program Berani Cerdas ?”

Selain Dr Sahran, Rony Sandi sebagai wartawan senior yang menggagas program Bacarita Sabtu juga menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, SH, M.Si.

Dr. Sahran menjelaskan, konstitusi negara khususnya Pasal 31 Undang – Undang Dasar 1945 mengamanahkan kewajiban negara dalam memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal. Maka, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkewajiban untuk menindaklanjuti amanah tersebut dalam program – program konkret.

“Dan Program Berani Cerdas merupakan implementasi konkret dari amanah konstitusi tersebut,” jelas Dr. Sahran Raden.

Kata Sahran Raden, terlepas dari amanah konstitusi. Pelayanan pendidikan yang maksimal bagi generasi muda, merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Karena itu, pemerintah berkewajiban menyelenggarakan pemerintah dan pembangunan dengan mengalokasikan anggaran untuk kepentingan pelayanan pendidikan.

“Karena ini menyangkut hak dasar, maka pemerintah berkewajiban untuk menjamin, memastikan bahwa semua generasi muda dapat mengenyam pendidikan dengan baik. Nah, Program Berani Cerdas merupakan salah satu pendekatan upaya untuk memastikan masyarakat generasi muda mengenyam pendidikan,” ujarnya.

Bahkan, kata Dr. Sahran, dalam Undang Undang Pendidikan Nasional, pemerintah berkewajiban untuk mengalokasikan anggaran 20 persen.

“Kita akan lihat, kalau Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengalokasikan lebih dari 20 persen APBD untuk pendidikan melalui Program Berani Cerdas, maka itu adalah langkah cerdas dan komitmen kuat untuk investasi pembangunan sumber daya manusia,” kata Sahran.

Sahran mengemukakan bahwa, pendidikan merupakan investasi penting jangka panjang dalam pembangunan manusia, yang akan berdampak langsung terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Drs. H. Firmanza DP, SH., M.Si dalam kesempatan yang sama, mengemukakan Program Berani Cerdas sebagai bentuk keberpihakan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido untuk memastikan tidak ada lagi generasi muda Sulteng yang putus sekolah.

Program ini telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Sulteng. Di mana, masyarakat tidak lagi terbebani biaya pendidikan.

“Tujuannya adalah agar masyarakat generasi muda kita, fokus untuk belajar, mengembangkan kompetensi yang dimiliki tanpa terbebani biaya pendidikan,” ungkapnya, sebagaimana rilis yang diterima Sulteng Today dari Humas UIN Datokarama Palu.**

editor: moh. habil masri