Di Milad ke-109 Nasyiatul Aisyiyah, Ketua TP PKK Kota Palu Dorong Penguatan Literasi Keuangan Keluarga

Headline, Sulteng277 Dilihat

PALU, Sulteng Today – Nasyiatul Aisyiyah menggelar Milad ke-109, Sabtu, 6 Juni 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulawesi Tengah tersebut mengusung tema “Srikandi Penjaga Peradaban”.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palu, Hj. Diah Puspita, SE, M.A.P, tampil menjadi keynote speaker di kegiatan tersebut.

Diah Puspita fokus membahas pentingnya literasi keuangan keluarga, sebagai salah satu fondasi dalam menciptakan keluarga yang kuat dan sejahtera.

Menurut Diah Puspita, perempuan memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pengelolaan keuangan rumah tangga sekaligus membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Kemampuan mengelola keuangan secara bijak kata Diah Puspita, menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat.

“Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Selain menjadi pendidik pertama bagi anak-anak, perempuan juga berperan dalam memastikan keuangan keluarga dikelola secara sehat dan terencana,” ungkap Diah Puspita.

Ia menjelaskan, literasi keuangan tidak sebatas kemampuan mencari penghasilan, melainkan mencakup pemahaman dalam menyusun perencanaan keuangan, mengatur pengeluaran, membangun kebiasaan menabung, hingga memilih instrumen investasi yang aman dan sesuai kebutuhan.

Menurutnya, keluarga yang memiliki pemahaman keuangan yang baik akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi ekonomi yang tidak menentu maupun kebutuhan masa depan yang terus berkembang.

Diah Puspita mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan dan kejahatan digital yang kini semakin marak.

Kemampuan literasi digital harus berjalan seiring dengan literasi keuangan agar masyarakat tidak mudah menjadi korban berbagai modus kejahatan berbasis teknologi.

“Di era digital saat ini, masyarakat tidak hanya dituntut cerdas mengelola keuangan, tetapi juga harus mampu memilah informasi dan mengenali berbagai risiko penipuan yang dapat merugikan keluarga,” jelas Diah Puspita sebagaimana dikutip Sulteng Today dari laman resmi Pemkot Palu, Senin, 8 Juni 2026.

Diah Puspita menekankan, kualitas sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas keluarga. Karena itu, perempuan sebagai pilar utama keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai moral, pendidikan, dan karakter kepada anak-anak sejak dini.

Ia meyakini bahwa perempuan yang berdaya, berpengetahuan, dan memiliki kemampuan mengelola keluarga dengan baik akan melahirkan generasi yang berkualitas serta mampu membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa.

Melalui peringatan Milad Nasyiatul Aisyiyah ke-109, Diah Puspita berharap semangat “Srikandi Penjaga Peradaban” dapat terus diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui peningkatan kapasitas perempuan di berbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi, dan penguatan keluarga.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan yang tidak hanya berkontribusi dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam pembangunan masyarakat dan peradaban yang lebih baik di masa depan

Milad ke-109 Nasyiatul Aisyiyah dihadiri berbagai unsur pemerintah, organisasi perempuan, dan lembaga terkait.

Hadir mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Dr. Rusmiadi, S.T., S.H., M.Si., Ketua Bursa Efek Indonesia, jajaran Pimpinan Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah, serta para peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah.**

editor: moh. habil masri