GAMPIRI: Lumbung Padi Tokaili sebagai Simbol Ketahanan Pangan dan Kebersamaan

Opini529 Dilihat

Dr. H. Suaib Djafar, M.Si, Maestro Budayawan Kaili

GAMPIRI merupakan lumbung padi tradisional masyarakat Kaili yang menjadi simbol kearifan lokal dalam membangun ketahanan pangan, semangat gotong royong, (Nolunu, Nosialapale, Nosipeili) dan kepedulian sosial.

Bangunan ini memiliki bentuk yang khas, berdiri di atas empat tiang utama. Pada setiap tiangnya dipasang papan bundar berdiameter kurang lebih satu meter sebagai penghalang agar tikus tidak dapat memanjat dan merusak persediaan padi.

Rancangan sederhana namun cerdas ini menunjukkan kemampuan leluhur Masyarakat kaili dalam memadukan pengetahuan lokal dengan pelestarian hasil panen.

Padi yang disimpan di Gampiri merupakan hasil kesepakatan bersama melalui Libu, yaitu musyawarah adat yang melibatkan seluruh warga. Pengumpulan padi dipimpin oleh Totua Nu Ngata sebagai pemangku adat yang dipercaya masyarakat.

Setiap keluarga menyerahkan padi dalam bentuk Kineni (ikatan padi), dengan jumlah yang disesuaikan dengan luas sawah yang dimiliki serta didasarkan pada keikhlasan dan rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh.

Nilai utama yang dijunjung bukanlah besar kecilnya sumbangan, melainkan kejujuran, keikhlasan, dan tanggung jawab terhadap kepentingan bersama.

Persediaan padi di dalam Gampiri tidak diperuntukkan bagi kepentingan pribadi, melainkan sebagai cadangan pangan masyarakat ketika menghadapi musim paceklik, bencana alam, atau keadaan darurat lainnya. Selain itu, padi tersebut juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan berbagai upacara adat yang diselenggarakan bersama oleh unsur tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah, sehingga seluruh rangkaian adat dapat terlaksana dengan baik tanpa membebani masyarakat.

Keberadaan Gampiri mencerminkan filosofi hidup masyarakat Tokaili bahwa kesejahteraan dibangun melalui kebersamaan, musyawarah, dan saling peduli.

Nilai ini sejalan dengan ungkapan luhur Kaili: “Mosangu Morambanga Mombangu Ngata,” yang bermakna bersatu, bergandengan tangan, dan bekerja bersama membangun negeri.

Melalui Gampiri, masyarakat Tokaili mewariskan nilai-nilai gotong royong, ketahanan pangan, solidaritas sosial, serta tanggung jawab antargenerasi sebagai fondasi kehidupan yang harmonis, adil, dan berkelanjutan.***