Rektor UIN Palu: Jangan Ada Nepotisme dalam Seleksi Penerima Beasiswa KIP

Headline, Pendidikan35 Dilihat

Sulteng Today – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir, menegaskan kepada Pengelola Program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), agar tidak nepotisme dalam proses seleksi penerima beasiswa KIP tahun 2026 di lingkungan perguruan tinggi tersebut.

“Nepotisme merusak moral dan integritas para pengelola KIP, serta merusak moral dan integritas perguruan tinggi ini. Oleh karena itu, jangan ada nepotisme dalam seleksi beasiswa KIP,” tegas Profesor Lukman Thahir, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu 26 September 2026.

UIN Datokarama terus mendapat kepercayaan dari Pemerintah Republik Indonesia untuk menyelenggarakan program Beasiswa KIP Kuliah. Pada Tahun 2026 ini, UIN Datokarama diberikan kuota penerima manfaat beasiswa KIP Kuliah sebanyak 230 orang.

Pendaftar beasiswa KIP berjumlah 481 orang/mahasiswa baru tahun 2026, sementara yang lolos proses seleksi administrasi atau yang memenuhi syarat administrasi berjumlah 400 orang.

Mereka yang lulus seleksi administrasi telah mengikuti tahapan wawancara yang dilaksanakan pada tanggal 25 September 2026 di UIN Datokarama. Proses seleksi berjalan dengan prinsip akuntabel dan transparan sesuai dengan tahapan yang diberlakukan oleh pemerintah dalam pedoman seleksi KIP.

Profesor Lukman Thahir mengemukakan bahwa program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, sebagai bukti nyata keberpihakan negara terhadap warga menengah ke bawah untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Maka, kata Rektor, pengelola beasiswa KIP bertanggung jawab membantu pemerintah menyalurkan program beasiswa tersebut tepat sasaran.

“Oleh karena itu, tugas pengelola beasiswa KIP yaitu memastikan generasi muda ekonomi menengah ke bawah yang memenuhi syarat, agar menerima beasiswa tersebut, sehingga warga ekonomi menengah ke bawah bisa meraih cita – cita untuk masa depannya,” ucap Profesor Lukman Thahir, melalui rilis berita yang diterima Sulteng Today.

UIN Datokarama Palu ingin memastikan kepercayaan masyarakat dan pemerintah tetap terjaga, sekaligus membentangkan jalan terang bagi anak-anak bangsa yang kurang mampu untuk terus merajut asa di perguruan tinggi.***