Nemo Rapakalipo Basa Kaili

Opini71 Dilihat

Dr. H. Suaib Djafar, M.Si, Maestro Budayawan Kaili

“Nemo Rapakalipo Basa Kaili, Ane Ledo Kita Isemavai. Jangan Hilangkan Bahasa Kaili, Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi?”

Ungkapan bijak ini merupakan ajakan moral kepada seluruh masyarakat Kaili, khususnya generasi muda, untuk mencintai, menggunakan, melestarikan, dan mengembangkan Bahasa Kaili sebagai bagian dari identitas dan jati diri masyarakat.

Bahasa Kaili bukan sekadar alat komunikasi, tetapi merupakan warisan leluhur yang menyimpan nilai-nilai budaya, sejarah, adat istiadat, ungkapan kebijaksanaan, serta pandangan hidup masyarakat Kaili.

Di dalam bahasa terdapat makna, dan di dalam makna terdapat nilai-nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi. “Nemo Rapakalipo Basa Kaili” mengandung pesan bahwa jangan sampai Bahasa Kaili hilang karena tidak lagi digunakan oleh penuturnya.

Pelestarian bahasa harus dimulai dari hal sederhana: berani menggunakan Bahasa Kaili dalam keluarga, lingkungan masyarakat, kegiatan budaya, pendidikan, seni, dan ruang digital.

Sementara ungkapan “Ane Ledo Kita Isemavai” — “Kalau bukan kita, siapa lagi?” — mengandung semangat tanggung jawab bersama. Pelestarian Bahasa Kaili bukan hanya tugas pemerintah, lembaga adat, budayawan, atau guru, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Kaili. Terutama bagi generasi muda, Bahasa Kaili harus ditempatkan bukan sebagai bahasa masa lalu, tetapi sebagai bahasa budaya yang dapat hidup berdampingan dengan perkembangan zaman.

Bahasa Kaili dapat digunakan untuk bertutur, berpidato, bernyanyi, berkarya, membuat konten kreatif, bercerita, dan berkomunikasi di ruang digital.Karena itu, mari kita bangun gerakan bersama: Bicara Bahasa Kaili, Bangga Bahasa Kaili, Belajar Bahasa Kaili, Berkarya dengan Bahasa Kaili, dan Wariskan Bahasa Kaili kepada generasi berikutnya. Nemo Rapakalipo Basa Kaili. Ane Ledo Kita Isemavai. Jangan Hilangkan Bahasa Kaili.Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi?

Bahasa adalah identitas, bahasa adalah warisan, bahasa adalah jembatan generasi. Menjaga Bahasa Kaili berarti menjaga jati diri dan masa depan kebudayaan Kaili.***