Komisi II DPRD Dorong Percepatan Normalisasi Layanan Bank Sulteng

Ekobis, Headline59 Dilihat

Sulteng Today – Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Bank Sulteng, Selasa, 27 Oktober 2026.

RDP ini membahas peningkatan layanan, pemeliharaan sistem (maintenance), dan penguatan keamanan transaksi perbankan.

Rapat dihadiri Direktur Kepatuhan Bank Sulteng Rudy Koagow, SE, beserta sejumlah kepala divisi, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sulteng, Dr. H. Rudi Dewanto, SE, MM, serta perwakilan Biro Perekonomian Setdaprov Sulteng.

Dalam rapat tersebut, Bank Sulteng menjelaskan, peningkatan perangkat dan perbaikan sistem sedang berlangsung dengan pendampingan konsultan yang direkomendasikan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Layanan ATM ditargetkan kembali normal untuk transaksi antarbank pada awal November 2026. Perbaikan aplikasi Bank Sulteng Mobile telah mencapai sekitar 90 persen, dan ditargetkan berfungsi optimal pada pertengahan November.

Selama masa perbaikan, Bank Sulteng membuka layanan kas setiap hari, Senin hingga Ahad, pukul 08.00–18.00 WITA. Untuk penarikan tunai dan transfer antarbank dengan biaya transfer yang digratiskan, sesuai ketentuan layanan yang disampaikan dalam rapat.

Komisi II DPRD Sulteng memberikan sejumlah rekomendasi, yakni memastikan ketersediaan uang tunai di seluruh cabang dan ATM, menyediakan layanan kas keliling bagi masyarakat di wilayah yang jauh dari kantor bank, serta meningkatkan transparansi informasi terkait gangguan dan perkembangan perbaikan layanan.

Selain itu, humas Bank Sulteng diminta lebih proaktif menyampaikan informasi mengenai layanan yang masih dapat digunakan selama masa perbaikan. Komisi II juga mendorong percepatan normalisasi ATM dan Bank Sulteng Mobile dengan tetap mengutamakan keamanan transaksi serta perlindungan data pribadi nasabah.

Melalui RDP ini, DPRD berharap Bank Sulteng segera menuntaskan perbaikan sistem dan meningkatkan kualitas pelayanan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap bank pembangunan daerah.***

editor: moh. habil masri