PALU, sultengtoday,id – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Dr. H. Anwar Hafid akan mempercantik ibu kota provinsi, dengan membangun beberapa fasilitas publik.
Rencananya, Gubernur Anwar akan “menyulap” Hutan Kota di perempatan Jalan Hang Tuah dan Jalan Jabal Nur, Palu Timur menjadi Kebun Raya.
Plt Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Sulteng, Hasim R mengemukakan, tanggal 11 Agustus 2025 Brida Sulteng menyampaikan telaahan staf kepada Bapak Gubernur Anwar Hafid terkait pembentukan Kebun Raya Sulawesi Tengah.
“Alhamdulillah Bapak Gubernur telah menyetujui pembentukan Kebun Raya tersebut,” ujar Hasim R.
Menurutnya, Sulteng merupakan bagian kawasan Wallacea yang terkenal dengan keunikan flora dan fauna.
“Flora dan fauna di kawasan Wallacea merupakan campuran dari spesies Asia dan Australasia. Keunikan flora dan fauna serta spesies endemik adalah kekayaan alam yang menunjukkan besarnya potensi alam Sulawesi Tengah,” jelasnya.
Dalam pembentukkan kebun raya, Gubernur Anwar Hafid telah memberikan beberapa arahan tertulis kepada Brida Sulteng, seperti peninjauan kelayakan kawasan hutan kota sebagai area potensial yang nantinya akan dijadikan lokasi kebun Raya.
Tidak hanya itu, Gubernur juga mengarahkan Brida Sulteng untuk melakukan riset secara komprehensif, serta melibatkan instansi teknis dalam pembentukkan kebun raya tersebut.
Lebih lanjut Hasim mengungkapkan, Brida Provinsi Sulawesi Tengah akan menyiapkan dokumen kajian usulan, dokumen kajian lokasi, dan dokumen rencana induk sebagai langkah awal pembentukkan Kebun Raya Sulawesi Tengah.
Rapat Khusus dengan Arsitek
Dalam upaya mempercantik ibu kota Provinsi Sulteng, Senin, 11 Agustus 2025 Gubernur Anwar juga melaksanakan pertemuan khusus dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sulteng.
Pertemuan ini mematangkan rencana pembangunan hutan kota, yang ditargetkan mulai dikerjakan tahun 2026. Pertemuan ini membahas desain baru hutan kota yang diharapkan menjadi ikon hijau kebanggaan warga Kota Palu dan Sulteng.
Di kesempatan ini, gubernur menyampaikan kembali visinya untuk membangun dan mempercantik ibu kota provinsi. Dia menginginkan, Hutan Kota bukan sekadar ruang terbuka. Tetapi menjadi pusat aktivitas warga yang memadukan rekreasi, edukasi, dan pelestarian lingkungan.
Saat rapat dengan para arsitek yang tergabung dalam IAI, gubernur juga mengemukakan rencana yang bakal memanjakan warga Kota Palu dan wilayah sekitarnya. Gubernur akan membangun amphitheater yang mampu menampung banyak orang.
Selain itu, jalur ring route untuk lari dan bersepeda, lengkap dengan bundaran besar dan kecil, akan memperkaya pengalaman pengunjung.**
