Legislator PKB: Menteri Ferry Juliantono Harus Memperkuat Peran Koperasi Desa Merah Putih

Headline, Nasional915 Dilihat

JAKARTA, sultengtoday.id – Pelantikan Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi RI baru menggantikan Budi Arie Setiadi, disambut baik anggota Komisi VI DPR RI, Imas Aan Ubudiah.

Ia menyampaikan harapan besar terhadap progresivitas kementerian ini ke depan, khususnya dalam memperkuat peran koperasi, termasuk koperasi desa merah putih, sebagai fondasi ekonomi rakyat yang inklusif dan berkeadilan sosial.

“Pelantikan pak Ferry Juliantono saya kira membawa harapan baru bagi revitalisasi koperasi di Indonesia. Koperasi harus kembali menjadi ekonomi bersama yang nyata di tengah masyarakat, tanpa terkecuali, baik di perkotaan, pedesaan, hingga wilayah perbatasan,” ujar Imas di Jakarta, sebagaimana dikutip sultengtoday dari laman resmi Fraksi PKB DPR RI, Rabu, 10 September 2025.

Menurutnya, kementerian di bawah kepemimpinan baru ini harus memiliki orientasi yang jelas: hadir oleh rakyat dan untuk rakyat, menjadi wadah yang saling membantu dan saling mendukung di tengah tantangan ekonomi saat ini.

“Koperasi bukan hanya instrumen ekonomi, tapi juga gerakan sosial. Saya mendorong agar Kementerian Koperasi ke depan bisa benar-benar membangun ekosistem koperasi yang modern, akuntabel, dan mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai gotong royong,” tambah legislator PKB itu.

Imas juga menekankan pentingnya pemerataan akses terhadap pembinaan dan permodalan koperasi, khususnya di kawasan tertinggal, terluar, dan terdepan (3T), agar pertumbuhan ekonomi tidak terpusat hanya di kota-kota besar.

“Sudah saatnya koperasi di desa-desa dan kawasan perbatasan mendapat prioritas. Mereka butuh dukungan konkret dari negara. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga kedaulatan sosial dan pemerataan kesejahteraan,” tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto merombak (reshuffle) kabinetnya pada, Senin, 8 September 2025.

Salah satu menteri yang direshuffle adalah Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi dan diganti oleh Ferry Juliantono.**

editor: moh. habil masri