JAKARTA, SultengToday – Ketua Panja RUU Kepariwisataan, Chusnunia, mengapresiasi RUU Kepariwisataan yang akan segera dibawa ke rapat paripurna terdekat untuk disahkan menjadi undang-undang.
“Insya Allah, RUU Kepariwisataan akan segera disahkan dalam rapat paripurna penutupan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026,” ujar politisi yang juga Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Menurut Chusnunia, hal ini penting agar pada masa persidangan berikutnya Komisi VII DPR RI dapat segera membahas RUU lainnya, seperti RUU Kawasan Industri.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Komisi VII DPR RI secara resmi telah menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.
“Persetujuan Tingkat I tersebut diambil dalam rapat kerja Komisi VII bersama pemerintah, setelah Panitia Kerja (Panja) merampungkan poin-poin krusial yang menjadi substansi utama RUU ini pada 11 September lalu,” tambahnya.
Chusnunia juga menyampaikan bahwa sejumlah substansi penting dalam RUU Kepariwisataan telah rampung dibahas. Substansi tersebut meliputi kewajiban pemerintah daerah menyusun rencana induk pengembangan pariwisata sebelum mengambil kebijakan, penguatan promosi wisata melalui kelembagaan, peningkatan kualitas SDM dengan sertifikasi kompetensi, hingga dukungan pendanaan dan fasilitasi dari pemerintah pusat.
“RUU ini juga menegaskan prinsip pariwisata berkelanjutan, keterlibatan masyarakat lokal, serta perlindungan hukum bagi investor melalui kepastian perizinan yang sesuai tata ruang,” jelasnya.
Chusnunia juga berharap, melalui pengesahan UU Kepariwisataan, keberpihakan anggaran terhadap sektor pariwisata akan lebih besar, sejalan dengan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
“Dengan UU Kepariwisataan yang baru, kita berharap pariwisata ke depan mampu menghadirkan keseimbangan antara keuntungan ekonomi, kelestarian alam, dan keadilan sosial. Selain itu, inovasi berbasis teknologi juga sangat penting agar pariwisata Indonesia mampu bersaing di era global,” pungkasnya.**
