KP Bursa Efek Indonesia Sulawesi Tengah Diminta Edukasi Publik Terkait Investasi Saham

Ekobis, Headline477 Dilihat

PALU, Sulteng Today – Kabar gembira buat pelaku ekonomi di Provinsi Sulawesi Tengah. Khususnya mereka yang tertarik melakukan investasi saham, obligasi maupun instrumen keuangan lainnya.

Untuk mengetahui informasi lengkap terkait investasi saham, pelaku bisnis bisa mendatangi langsung Kantor Perwakilan (KP) Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX) di Kompleks Ruko D’Vatulemo D1, Jalan Prof. Moh. Yamin, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HIPKA) Sulawesi Tengah, Dr. Yunan Lampasio, S.E, M.Si, yang menjadi pembicara dalam diskusi bertema, ‘Peluang Investasi pada Instrumen Keuangan Pasar Modal Indonesia’ menganalogikan BEI seperti sebuah pasar.

Tugasnya, memfasilitiasi bertemunya pembeli dan penjual saham, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya, dengan lebih mudah dan efisien.

Yunan -sapaan akrab Yunan Lampasio- menyambut baik kehadiran KP BEI Sulawesi Tengah di Kota Palu.

“Namun, Saya percaya, masih ada masyarakat Sulawesi Tengah belum mengenal, bahkan masih awam tentang BEI. Karena itu, Saya mengusulkan KP BEI lebih intens menyosialisasikan kehadiran lembaga tersebut, sekaligus aktif mengedukasi publik terkait peluang investasi di BEI,” jelas Yunan.

Menurut Yunan, selama ini ada kesan yang berkembang di masyarakat bahwa, berbisnis di bursa efek hanya untuk kaum elit saja. Atau mereka yang memiliki  modal besar.

“Tapi, di era digital sekarang ini. Banyak platform investasi yang memungkinkan orang dengan modal kecil bisa berinvestasi di bursa efek. Peluang-peluang seperti ini yang perlu disosialisasikan kepada pelaku ekonomi di Sulteng,” jelas Yunan.

Yunan menambahkan, berinvestasi di bursa efek memerlukan pengetahuan dan pengalaman yang cukup tentang pasar modal, sekaligus memiliki kemampuan analisis teknikal.

“Di sinilah dibutuhkan KP BEI Sulteng untuk menuntun pelaku bisnis  memahami hal-hal teknis tersebut,” jelasnya lagi.

Ia mengakui bahwa, berbisnis di bursa efek tidak hanya terbatas pada kaum elit, tetapi juga dapat diakses oleh masyarakat luas yang memiliki minat dan kemauan untuk belajar.

Selain Yunan Lampasio, pembicara yang hadir dalam diskusi tersebut adalah H. Kamrussamad, Ph.D, Ketua Umum BPP HIPKA, Bonny Hardi Putra, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulteng, Putri Irnawati Kepala KP BEI Sulteng serta William, PR & Corporate Communication PT. Stockbit Sekuritas Digital.

Diskusi yang dilaksanakan di KP BEI Sulteng, Kamis, 9 Oktober 2025 tersebut dipandu mantan Sekretaris Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Sekum BPD Hipmi) Sulteng, Abubakar Hadaddo.

Untuk diketahui,  BEI atau IDX  adalah lembaga yang menyelenggarakan dan menyediakan jasa untuk melakukan transaksi efek.

Lembaga tersebut memiliki beberapa fungsi, seperti; sarana transaksi. Yaitu menyediakan tempat untuk melakukan transaksi jual-beli saham, obligasi dan instrumen keuangan lainnya.

Pengawas transaksi. Yaitu, mengawasi transaksi untuk memastikan bahwa transaksi tersebut dilakukan secara transparan dan adil.

Penyedia informasi, dimana bursa efek menyediakan informasi tentang harga saham, volume transaksi, dan data lainnya yang relevan dengan pasar modal.

KP BEI Sulteng pertama kali dibuka Rabu, 5 September 2018. Belum sebulan beroperasi, kantor ini ditutup karena Kota Palu dihantam gempa bumi pada 28 September 2018.

KP BEI Sulteng dibuka kembali pada Selasa, 22 April 2019 hingga saat ini.**

editor: moh. habil masri