Sulteng Today – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulteng memberikan informasi yang kurang menggembirakan di awal Agustus 2025.
BPS menjelaskan, bulan Juli inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa, menyentuh angka 3,69 persen.
Saat bersamaan Nilai Tukar Petani di Sulteng mengalami penurunan sebesar 3,65 persen, menjadi 111,11.
Plt. Kepala BPS Sulteng, Imron J. Musa, mengungkapkan inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Tolitoli sebesar 5,98 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Palu sebesar 2,87 persen.
Inflasi bulan ke bulan (month-to-month) sebesar 0,96 persen, dan inflasi tahun kalender (year-to-date) sebesar 3,56 persen.
“Penyumbang utama inflasi adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,89 persen,” jelasnya.
Komoditas penyumbang inflasi m-to-m di antaranya: tomat, beras, cabai rawit, bawang merah, ikan segar, jagung manis, dan bensin.
Sementara itu, penyumbang inflasi y-on-y berasal dari tiga kelompok utama; Makanan, minuman, dan tembakau (2,44 persen), dengan komoditas utama beras, tomat, dan cabai rawit.
Perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,62 persen), seperti emas perhiasan, pasta gigi, dan hand body lotion.
Penyedia makanan dan minuman/restoran (0,21 persen), dengan komoditas seperti ikan goreng dan bakso siap santap.
BPS juga mencatat penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Tengah pada Juli 2025 sebesar 3,65 persen, menjadi 111,11.
Penurunan ini dipicu oleh turunnya indeks harga yang diterima petani dan naiknya harga yang dibayar.
Sub sektor hortikultura mencatat NTP tertinggi, sementara perikanan terendah.
Ekspor Juni 2025 tercatat sebesar USD 1.750,61 juta, turun dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, neraca perdagangan tetap surplus sebesar USD 669,17 juta karena impor mencapai USD 1.119,84 juta.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) asal dan tujuan Sulteng masing-masing naik lebih dari 34 persen dibandingkan Juni 2024.
Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bintang juga meningkat menjadi 50,81 persen, dengan rata-rata lama menginap 1,66 hari.
Pada sektor transportasi, jumlah penumpang angkutan udara di Sulteng pada Juni 2025 mencapai 100.906 orang, naik 9,62 persen dibanding bulan sebelumnya.
Volume barang yang dibongkar dan dimuat melalui udara dan laut juga mengalami kenaikan.
Gubernur Sulawesi Tengah diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Dewanto dalam kesempatan yang sama mengajak seluruh pemangku kepentingan lebih proaktif mengawal stabilitas harga, khususnya pada komoditas penyumbang inflasi.
“Kami berharap semua pihak terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok,” tegas Rudi Dewanto sebagaimana dikutip Sulteng Today dari laman Pemprov Sulteng, Sabtu, 2 Agustus 2025.
Dadir dalam kegiatan ini antara lain, perwakilan Bank Indonesia, Bappeda, Diskominfosantik, OJK, Ditjen Perbendaharaan, serta instansi teknis lainnya.**
