Pangdam XIII/Palaka Wira Dukung Penuh Pemprov Sulteng Jaga Stabilitas Harga Sembako Jelang Nataru

Ekobis344 Dilihat

PALU, Sulteng Today – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar mendukung penuh upaya Pemerintah Provinsi Sulteng dalam menjaga stabilitas harga Sembako menjelang Natal dan tahun baru 2026 (Nataru).

Dukungan yang sama juga diberikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulteng, Nuzul Rahmat R, dan Kapolda Sulteng, Irjen Endi Sutendi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulteng dan Kepala Perum Bulog Sulteng.

Jumat, 17 Oktober 2025 para pejabat tersebut mendampingi Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulteng melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar di Kota Palu.

Sidak kali ini di awali dari Pasar Inpres Manonda dilanjutkan ke Pasar Masomba serta Gudang Bulog.

Dalam kesempatan tersebut Wagub dr. Reny mengungkapkan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi harga bahan pokok relatif stabil. Meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan.

“Berdasarkan hasil Sidak, kami menemukan harga beras mengalami penurunan, harga ikan selar dalam kondisi normal. Sedangkan telur mengalami kenaikan, akibat tingginya harga pakan ayam ras dan meningkatnya permintaan konsumen. Terutama untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar dr. Reny.

Ia merinci, harga telur ayam saat ini berada di kisaran Rp55.000 per rak, ayam potong Rp75.000 per ekor, serta bawang merah dan bawang putih Rp50.000 per kilogram.

Sementara komoditas beras dan cabai justru menunjukkan tren penurunan harga.

Lebih lanjut, Wagub menyampaikan bahwa ketersediaan beras SPHP dari Bulog turut membantu menjaga keterjangkauan harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat di pasaran.

“Beras SPHP saat ini sudah banyak tersedia di pasar-pasar lokal. Ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah lanjut Wagub, juga berencana menyalurkan bantuan beras ke desa-desa dan kelurahan dalam waktu dekat, sebagai langkah konkret menjaga ketahanan pangan dan menekan potensi inflasi menjelang akhir tahun.

Menutup kunjungannya, dr. Reny berpesan agar seluruh unsur TPID Sulteng terus memperkuat koordinasi, monitoring, dan analisis perkembangan harga bahan pokok secara rutin.

“Kami berharap TPID bersama OPD terkait tetap aktif melakukan pemantauan dan kajian harga, sehingga kita bisa mengantisipasi lebih awal potensi inflasi di daerah,” pungkas dr. Reny dalam rilis yang dikirimkan ke Redaksi Sulteng Today, Jumat, 17 Oktober 2025.**

editor. moh. habil masri