Gubernur Anwar Hafid Himpun Dana CSR Perusahaan Tambang Senilai Rp355 M untuk Bangun Infrastruktur di Sulteng

Headline, Sulteng133 Dilihat

PALU, Sulteng Today – Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid selalu mendapatkan cara efektif untuk mewujudkan program Berani Lancar, di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan Pemerintahan Prabowo Subianto.

Sekarang, Anwar Hafid menghimpun dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp355 miliar dari 16 perusahaan tambang, yang beraktivitas di Morowali dan Morowali Utara. Dana tersebut digunakan membiayai pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah.

Kepala Dinas Binamarga dan Penataan Ruang Provinsi Sulteng, Dr. Faidul Keteng menjelaskan, 16 perusahaan tambang yang beroperasi di Morowali dan Morowali Utara akan membangun jalan di sekitar wilayah tempat perusahaan tersebut beraktivitas.

“Anggaran perbaikan jalan yang mereka keluarkan sebesar Rp355 miliar. Pemprov tidak menerima uang segar, tetapi aset berupa jalan yang ketika dikonversi dalam bentuk uang senilai Rp355 miliar,” jelas Faidul Keteng.

Proyek perbaikan, peningkatan dan pembangunan jalan dikerjakan langsung perusahaan-perusahaan tambang tersebut.

Menurutnya ada dua ruas jalan yang menjadi tanggungjawab ke 16 perusahaan tambang di wilayah Morowali dan Morowali Utara, yakni ruas jalan Tower – Kolonodale dan Buleleng – Matarape.

“Hasil pertemuan Gubernur Sulteng bapak Anwar Hafid dengan managemen ke 16 perusahaan tambang itu disepakati dua ruas jalan yang menjadi tanggungjawab mereka, yakni ruas jalan Towi – Kodal dan ruas buleleng – matarape,” jelas Faidul yang ikut mendampingi Gubernur Anwar Hafid saat bertemu dengan ke 16 management perusahaan tambang di Hotel Mercure di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

“Alhamdulillah, perusahaan-perusahaan tambang memiliki semangat yang sama untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah. Ini bukan untuk pemerintah, tetapi untuk masyarakat Sulawesi Tengah,” kata Anwar Hafid saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, Rabu, 10 Juni 2026 di Jakarta.

Menurutnya langkah ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ruang fiskal daerah tidak lantas menghentikan laju pembangunan fasilitas publik. Anwar mengaku memilih untuk memperkuat sinergi dengan sektor dunia usaha guna menutup celah pembiayaan infrastruktur tanpa harus membebani struktur APBD Pemprov Sulteng.

Anwar menegaskan pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas ekonomi, memperlancar rantai pasok distribusi logistik, serta memangkas ketimpangan aksesibilitas antarwilayah di Sulawesi Tengah.

“Di tengah keterbatasan fiskal, kita harus mampu menghadirkan inovasi. Bagi kami, ini adalah inovasi di tengah efisiensi. Sulawesi Tengah menyambut baik kesepakatan ini karena tujuannya sama, memberi manfaat kepada rakyat,” kata Anwar.

Mantan Bupati Morowali dua periode itu menjelaskan bahwa berdasarkan kesepakatan tertulis bersama, skema pembiayaan proyek jalan lintas wilayah dari konsorsium dana CSR ini dibagi ke dalam dua sasaran utama.

Pertama, Ruas Jalan Towi–Kolonodale dikerjakan Konsorsium yang terdiri dari 16 perusahaan tambang berkomitmen penuh untuk membiayai total pembangunan dan peningkatan mutu jalan sepanjang 13 kilometer.

Kedua, Ruas Jalan Buleleng–Matarape, ditangani oleh satu perusahaan tambang lainnya yang mengambil peran dan tanggung jawab eksklusif untuk mendanai dan menuntaskan pengerjaan fisik di koridor ini.

“Model kemitraan komprehensif antara pemerintah daerah Sultenh dan sektor swasta ini seyogianya dapat menjadi percontohan nasional. Sektor industri ekstraktif yang mengeruk potensi alam daerah sudah sepatutnya memberikan dampak timbal balik yang instan bagi kesejahteraan mobilitas warga lokal,”tegas mantan Kades yang jadi Gubernur Sulteng itu.**

editor: moh. habil masri