Tak Menolak Tambang, Pemkot Dorong Pertambangan Ramah Lingkungan  

Headline, Sulteng1267 Dilihat

Sulteng Today – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Mohammad Arif, S.STP, M.Si mengemukakan, persoalan lingkungan terlihat sederhana. Namun, dalam praktiknya sulit diterapkan.

“Jujur, saya tiga tahun jadi kepala dinas (kepala DLH,red). Mengajak masyarakat membuang sampah tepat waktu saja susah. Mudah disampaikan. Tapi realisasinya sulit,” jelas Mohammad Arif ketika menyampaikan sambutan  mewakili Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid   di kegiatan Workshop Bumiritasi.  

Workshop ini dilaksanakan Komunitas Demi Bumi Palu,  Sabtu, 12 Juli 2025  di ruang rapat Bantaya kantor wali kota Palu.

Workshop ini mengangkat tema “Ritasi untuk Negeri: Menyatukan Aspirasi, Mewujudkan Aksi” sebagai bentuk ajakan bersama untuk meningkatkan kesadaran dan aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam kesempatan ini, kepala DLH menyinggung aktivitas pertambangan. Menurutnya, Pemkot tidak menolak pertambangan. Namun, terus mendorong praktik pertambangan yang ramah lingkungan dan sesuai regulasi.

“Melalui pertambangan ini juga secara tidak langsung dapat memberikan kontribusi yang baik bagi daerah, kalau itu dikelola dengan baik. Tapi kita juga tidak menutup mata, kehadiran tambang bisa merusak alam kita,” jelas Mohammad Arif.

Kepala DLH menambahkan, Pemkot telah mengambil langkah konkret, dengan menggelar pertemuan langsung bersama pelaku usaha pertambangan. Pemkot akan menindak tegas perusahaan tambang yang tidak mematuhi regulasi lingkungan. Termasuk tidak mengizinkan pemuatan hasil tambang.

“Kewenangan tambang memang ada di pemerintah provinsi. Tapi bukan berarti Pemkot lepas tangan. Kami juga melakukan pengawasan. Bahkan masyarakat juga memiliki peran penting. Kalau adik-adik melihat kawasan tambang yang mencemari air, merusak jalan, atau berdebu, tolong disampaikan, karena menjaga lingkungan adalah hak dan kewajiban kita semua,” tegas Kepala DLH.

Terkait pelaksanaan Workshop, Mohammad Arif  menyampaikan harapan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, agar masyarakat Kota Palu makin peduli dan menjaga lingkungan di sekitarnya.

“Workshop ini menjadi agenda yang mengajak kita semua untuk lebih mengetahui dan mendalami tugas kita selaku manusia yang harus mampu menjaga dan bersinergi dengan hasil ciptaan Tuhan lainnya, termasuk bumi,” ujar Mohammad Arif.

Lebih lanjut, kepala DLH menekankan, sebagai sesama ciptaan Tuhan, manusia memiliki tanggung jawab untuk saling menjaga, dan memahami peran masing-masing, sehingga tercipta harmoni antara manusia dan alam.

“Kita ciptaan-Nya punya peran masing-masing. Bumi ini tumbuh sebagaimana mestinya, maka jangan kita yang justru merusaknya,” ungkap Kadis.

Kepala DLH Kota Palu tersebut juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas hadirnya komunitas seperti Demi Bumi Palu yang membantu pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.

Di akhir sambutannya, kepala DLH berharap hasil workshop ini dapat terus disebarluaskan dan menjadi kesadaran bersama bagi seluruh masyarakat Kota Palu dan Sulawesi Tengah.“Bumi ini sama-sama kita jaga dan lestarikan demi kehidupan generasi-generasi kita yang akan datang,” tutup kepala DLH sebagaimana dikutip Sulteng Today dari laman Pemkot Palu.**