Irjen Pol Endi Sutendi Jabat Kapolda Sulteng, Ini Harapan Komnas HAM, Aktivis dan Jurnalis Terhadap Polisi

Headline, Hukum645 Dilihat

PALU, sultengtoday.id – Masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), termasuk para aktivis, jurnalis dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), menaruh harapan besar atas kepemimpinan Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Dr. H. Endi Sutendi, S.I.K, S.H, M.H di Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng.

Ketua Komnas HAM Perwakilan Sulteng, Livand Breemer yang dihubungi Sulteng Today, Jumat sore, 26 September 2025 berharap penuh di bawah kepemimpinan Irjen Pol Endi, institusi Polda Sulteng semakin menjadi teladan dalam penegakan hukum, yang profesional, akuntabel, dan berbasis HAM.

“Harapan kami, Polda Sulteng tidak hanya fokus pada penindakan kejahatan, namun juga secara konsisten menjamin perlindungan dan penghormatan terhadap hak-hak dasar masyarakat dan juga hak-hak anggotanya sendiri,” jelasnya.

Kapolda kata Livand diharapkan senantiasa membuka ruang kolaborasi, dan transparansi dengan Komnas HAM serta elemen masyarakat sipil di Sulteng, demi terwujudnya keamanan dan keadilan yang humanis.

Julianer Aditya Warman, S.H dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulteng juga menaruh harapan besar kepada Kapolda Irjen Pol Endi.

Kepada Sulteng Today, Julianer berharap saat memimpin Polda, Irjen Pol Endi, menegakkan prinsip equality before the law. Prinsip yang menempatkan semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di depan hukum.

“LBH Sulteng berharap Bapak Kapolda menegakkan hukum tanpa pandang bulu,” ungkap Julianer.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulteng, Sunardi Katili, S.H berharap di bawah kepemimpinan Irjen Pol Endi, personel polisi di semua level benar-benar mengayomi rakyat.

“Kami berharap di era kepemimpinan Pak Endi, tidak ada lagi peristiwa kriminalisasi terhadap rakyat. Tak ada lagi kriminalisasi petani, yang memperjuangkan hak atas tanahnya. Juga tidak ada lagi lingkungan yang rusak akibat beroperasinya korporasi besar pertambangan mineral, dan perkebunan sawit skala besar, serta proyek-proyek startegis nasional (PSN) yang berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan,” jelas Sunardi kepada Sulteng Today.

Yasin Labente, dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulteng berharap di bawah kepemimpinan Kapolda Endi, personel polisi di Sulteng selalu menggunakan pendekatan persuasif ketika menghadapi massa rakyat yang menyampaikan aspirasinya.

“Kami berharap hubungan polisi dan masyarakat selalu harmonis,” jelas Yasin.

Sementara itu, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) berharap Kapolda Irjen Pol Endi tetap membangun sinergitas dengan jurnalis di Sulteng.

Ketua SMSI Mahmud Matangara, S.H, M.M bersama Sekretaris SMSI Sulteng Andi Attas Abdullah yang dihubungi terpisah kompak meminta Irjen Pol Endi agar meluangkan waktu minimal sebulan sekali mengekspos capaian kinerja penegakkan hukum di Sulteng.

SMSI juga meminta Kapolda agar tidak anti kritik. “Kami berharap Pak Kapolda tidak alergi terhadap kritikan. Kita berharap selalu terbuka ruang dialog dan sinergi antara institusi kepolisian dengan media,” pungkas Andi Attas Abdullah.

Sebelumnya, seorang petani di Kabupaten Parigi Moutong, Umar berharap kepemimpinan Irjen Pol Endi bisa mengatasi dugaan praktik penambangan ilegal di daerahnya. Sebab, penambangan sumber daya alam ilegal membuat suplai air ke sawah mereka terganggu.

Lukman, salah seorang warga di Kecamatan Palu Selatan memiliki harapan berbeda. Dia meminta Kapolda Endi Sutendi mengusut dugaan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi bagi perusahaan pertambangan di Sulteng.

“Saya yakin, bila dugaan ini ditangani Kepolisian, maka antrean kendaraan membeli solar subsidi di SPBU di Kota Palu pasti berkurang signifikan,” jelas Lukman.**

editor: moh. habil masri