PALU, Sulteng Today – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang dilaksanakan, Rabu, 12 November 2025, ditandai dengan upacara bendera, yang digelar di halaman kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.
Gubernur Sulteng, H. Anwar Hafid yang bertindak sebagai inspektur upacara antara lain menyampaikan, capaian program Berani Sehat.
Hingga kini, lebih dari 120 ribu warga Sulawesi Tengah telah merasakan manfaat program Berani Sehat. Terutama masyarakat yang tidak memiliki BPJS Kesehatan atau menunggak iuran.
“Bayangkan jika mereka tidak punya uang dan harus menahan sakit di rumah. Alhamdulillah, lewat Berani Sehat dan kerja keras para tenaga kesehatan, masalah itu perlahan-lahan bisa kita atasi,” jelas Bupati Morowali periode 2007-2018 tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid juga membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI, sekaligus menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh insan kesehatan di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, insan kesehatan telah berkontribusi besar dalam menyukseskan program “Berani Sehat”, salah satu misi prioritas Pemerintah Provinsi Sulteng di bidang kesehatan.
“Melalui momentum Hari Kesehatan Nasional ini, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah bekerja dengan ikhlas, tulus, dan sungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Gubernur.
Gubernur menegaskan, semangat “Berani Sehat” bukan sekadar slogan, melainkan filosofi pelayanan yang lahir dari kepedulian dan cinta terhadap rakyat.
Lebih lanjut, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa kesehatan menjadi prioritas kedua dalam program pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah setelah pendidikan.
“Setelah Berani Cerdas, prioritas kita berikutnya adalah Berani Sehat. Bahkan jika di tahun 2026 nanti kita hanya mampu membiayai dua program itu saja, tidak apa-apa. Yang penting keduanya harus tetap berjalan, karena ini kebutuhan dasar rakyat,” tegasnya.
Dalam sambutannya yang disampaikan dengan gaya hangat dan inspiratif, Gubernur juga mengingatkan para tenaga kesehatan untuk tetap melayani masyarakat dengan sabar dan penuh keikhlasan.
“Kadang rakyat banyak mengeluh, tapi itu tanda cinta mereka kepada pemerintah. Seperti anak yang manja karena sayang pada orang tuanya. Maka kita harus melayani dengan hati,” tuturnya disambut tepuk tangan peserta upacara.
Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, Novalina, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulteng, Wayan Apriani, serta para tenaga medis dari rumah sakit dan puskesmas se-Sulawesi Tengah yang menjadi peserta upacara.**
editor: moh. habil masri
