Sulteng Today — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Rakyat Indonesia (PRI) Provinsi Sulawesi Tengah, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiulawal 1448 H, sekaligus tasyakuran PRI Sulteng, di Kantor DPD PRI Sulawesi Tengah, Jalan Juanda Nomor 18, Palu.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturrahim, memperkuat soliditas organisasi, serta meneguhkan arah perjuangan PRI Sulteng.
Dalam sambutannya, Ketua DPD PRI Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura, menegaskan tekadnya membawa PRI menjadi pelopor dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat akar rumput, mendorong pemberdayaan rakyat, serta membangun kaderisasi kepemimpinan lokal.
Rusdy Mastura juga menegaskan bahwa PRI adalah partai yang mengusung semangat nasionalis religius. Semangat ini menempatkan kecintaan terhadap bangsa dan negara, persatuan nasional, serta nilai-nilai moral dan spiritual sebagai landasan dalam kehidupan politik dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, nasionalisme dan religiusitas bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Kecintaan terhadap Indonesia harus berjalan seiring dengan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab moral.
Politik, dalam kerangka tersebut, harus menjadi sarana untuk memperjuangkan kepentingan rakyat sekaligus membangun kehidupan berbangsa yang beradab.
Semangat nasionalis religius itu juga menjadi landasan bagi PRI untuk membangun politik yang dekat dengan masyarakat. Partai tidak cukup hanya hadir ketika pemilihan umum berlangsung, tetapi harus bekerja secara berkelanjutan, menyerap aspirasi rakyat, memahami persoalan daerah, dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui kerja-kerja politik yang nyata.
Rusdy Mastura turut menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat dan kaderisasi kepemimpinan lokal. Sulawesi Tengah membutuhkan ruang politik yang mampu melahirkan pemimpin dari lingkungan masyarakatnya sendiri, yang memahami persoalan daerah, memiliki integritas, dan mampu memperjuangkan kepentingan rakyat. Karena itu, PRI diharapkan menjadi ruang partisipasi bagi masyarakat sekaligus tempat tumbuhnya kader-kader lokal yang memiliki kapasitas, keberanian, dan tanggung jawab dalam menjalankan kepemimpinan.
Rakyat tidak boleh hanya menjadi objek kebijakan, tetapi harus memperoleh ruang untuk menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam menentukan arah pembangunan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk memperkuat dimensi moral dalam perjuangan tersebut. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah, seperti amanah, kejujuran, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama, diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh kader dalam menjalankan aktivitas organisasi maupun pengabdian politik.
Sementara itu, Ketua Panitia, Aswar, menyampaikan bahwa kegiatan Maulid Nabi dan tasyakuran PRI Sulawesi Tengah merupakan momentum untuk mempererat kebersamaan, memperkuat semangat kekeluargaan, dan meneguhkan komitmen kader dalam menjalankan agenda organisasi serta memperluas pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, DPD PRI Sulawesi Tengah berharap dapat membangun organisasi yang solid, terbuka terhadap aspirasi masyarakat, serta berorientasi pada pemberdayaan rakyat dan pengembangan kepemimpinan lokal.
Dengan semangat “Melangkah Bersama Menuju Kejayaan Partai”, PRI Sulawesi Tengah berkomitmen mengembangkan kehidupan politik yang berlandaskan nasionalisme, nilai-nilai religius, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat.***








Komentar