Rp819 Miliar Dana Pemprov Sulawesi Tengah Menumpuk di Kas, Realisasi Belanja Baru 49,38%

Headline, Sulteng1669 Dilihat

PALU, Sulteng Today – Kerja keras Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mempercepat penyerapan anggaran belum menunjukkan hasil yang diharapkan. Realisasi belanja per 30 September 2025 justru mengalami deviasi minus 15,62%.

Sebenarnya, Pemerintah Provinsi Sulteng telah menargetkan realisasi belanja tanggal 30 September 2025 sebesar Rp3,4 triliun atau 65% dari total belanja sebesar Rp5,2 triliun.

Namun, hingga akhir September uang daerah yang berhasil dibelanjakan masih sebesar Rp2,5 triliun, atau 49,38%. Dengan demikian, uang daerah yang saat ini menumpuk di kas sebesar Rp819 miliar lebih.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulteng, Drs. Abdul Raaf Malik, M.Si yang dihubungi Sulteng Today, Selasa, 7 Oktober 2025 mengakui realisasi belanja 30 September belum mencapai target.

Ia optimistis di triwulan akhir 2025 OPD akan memacu kinerja sehingga target penyerapan anggaran bisa tercapai.

Terkait realisasi fisik per 30 September, Abdul Raaf mengakui juga mengalami deviasi minus 13,75 persen.

“Target realisasi fisik tanggal 30 September sebesar 70 persen. Yang berhasil direalisasikan 56,25% atau mengalami deviasi minus 13,75%,” jelas Abdul Raaf.

Pada 31 Agustus 2025, realisasi belanja Pemprov juga mengalami deviasi minus 10,36%. Saat itu, OPD hanya berhasil membelanjakan anggaran sekitar 44,64% dari target 55%.

Saat menyampaikan sambutan di acara yang digelar di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng, Senin, 15 September 2025 lalu, Gubernur Provinsi Sulteng, Dr. H Anwar Hafid, M.Si telah menekankan, pentingnya percepatan penyerapan anggaran, demi memberi dampak langsung kepada masyarakat.

Ia mengingatkan, agar dana daerah tidak menumpuk di kas tanpa memberikan manfaat ekonomi.

“Hari ini (15 September 2025, Red) masih ada Rp500 miliar di kas daerah. Kalau Rp200 miliar saja terserap ke masyarakat, itu sudah memberi pengaruh besar bagi perputaran ekonomi. Jangan tunggu akhir tahun baru bergerak,” jelas Gubernur Anwar Hafid saat itu.

Transparansi Anggaran

Saat memimpin rapat pimpinan bersama kepala OPD di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, Senin, 6 Oktober 2025 Gubernur Sulteng Anwar Hafid menekankan seluruh perangkat daerah agar transparan mengelola anggaran.

Ia juga meminta kepala OPD mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.

“Evaluasi ini meliputi capaian pendapatan daerah. Realisasi kegiatan dan tindak lanjut penugasan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” jelas Gubernur Anwar Hafid.

“Kita harus tahu posisi keuangan kita. Siapa yang menghasilkan dan siapa yang hanya menghabiskan. Semua harus jelas supaya kita tahu arah belanja kita,” tegas Anwar.

Menjelang akhir tahun anggaran, gubernur meminta seluruh kegiatan yang telah dikontrakkan dapat diselesaikan tepat waktu.

Ia mendorong kepala OPD memanfaatkan sisa waktu secara efektif untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai aturan.**

editor: moh. habil masri

Komentar