Kementerian PUPR Biayai Pembangunan RSUD Undata Nambaso, Menkes Dukung Usaha Gubernur Anwar Hafid

Sulteng1237 Dilihat

PALU, Sulteng TodayGubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menyampaikan kabar gembira buat masyarakat Sulawesi Tengah.

Kementerian Kesehatan RI mendukung penuh usaha Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng), dalam membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Nambaso.

Biaya pembangunannya pun ditanggung pemerintah pusat.

Kepastian dukungan Kemenkes ini diketahui, setelah Gubernur Anwar Hafid bertemu dengan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Jumat, 10 Oktober 2025.

Gubernur Anwar Hafid menyampaikan, kedatangannya bersama Wakil Gubernur Reny Lamadjido ke kantor Kemenkes RI untuk menyampaikan kondisi pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah.

Termasuk berbagai rencana pembangunan infrastruktur layanan kesehatan di daerah ini.

“Alhamdulillah hari ini kita bertemu dengan Pak Menteri Kesehatan, menyampaikan rencana pembangunan kesehatan di Sulawesi Tengah. Respon beliau sangat luar biasa, memberi saran yang sangat positif bagi kami,” ungkap Anwar Hafid.

Dalam kesempatan ini, Menkes mendukung penuh semua rencana yang diusulkan oleh Sulawesi Tengah.

Sebagai langkah tegak lurus, Wakil Gubernur Reny Lamadjido menyampaikan bahwa dirinya juga siap membawa program Kementerian Kesehatan ke Sulawesi Tengah.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Sulteng menegaskan kesiapannya untuk mendukung penuh program prioritas Kementerian Kesehatan.

Wagub Reny Lamadjido menyampaikan bahwa rencana pembangunan RSUD Undata Nambaso juga akan dilengkapi oleh pelayanan neurosains (sistem saraf) dan uronefrologi.

Uronefrologi merupakan layanan medis terintegrasi yang berfokus pada diagnosis dan pengobatan penyakit sistem saluran kemih (urologi) dan ginjal (nefrologi), serta organ-organ lainnya.

“Kami menyampaikan kepada Pak Menteri bahwa Sulawesi Tengah siap mendukung program Kementerian Kesehatan. Rencana kedepan sesuai dengan program Kemenkes kami mengusulkan untuk membangun neurosains dan uronefrologi,” kata Reny Lamadjido.

Dengan dukungan Kementerian Kesehatan, pembangunan RSUD Undata Nambaso diharapkan dapat menjadi pusat layanan kesehatan rujukan yang modern dan unggul, tidak hanya bagi masyarakat Sulawesi Tengah tetapi juga kawasan Indonesia Timur.

Dukungan Konkret Kemenkes

Direktur RSUD Undata Palu, drg. Herry Mulyadi yang dihubungi Sulteng Today, Jumat malam, 10 Oktober 2025 menjelaskan, pembangunan RSUD Undata Nambaso akan dibiayai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kebetulan, di kementerian tersebut terdapat direktorat baru membidangi pembangunan infrastruktur rumah sakit.

Direktorat tersebut kata drg. Herry, siap membangun dengan salah satu syarat. Ada surat rekomendasi dari Kemenkes RI.

“Alhamdulillah atas upaya dan kerja keras Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur, Menteri Kesehatan siap mendukung penuh upaya Pemprov. Menkes RI siap memberikan rekomendasi. Rekomendasi utama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk pembangunan gedung rumah sakit, menekankan penting menjaga spesifikasi rumah sakit yang sesuai standar perumasakitan. Dalam upaya peningkatan kualitas infrastruktur rumah sakit,” jelas drg. Herry.

Menurut drg Herry, dengan adanya dukungan Kemenkes, maka saat menyusun perencanaan selalu ada koordinasi PUPR dengan Kemenkes, untuk memastikan bahwa bangunan rumah sakit benar-benar sesuai standar perumasakitan.

“Jadi DED (Detail Engineering Design) yang disusun konsultan perencanaan PUPR, selalu dikonsultasikan dan dikoordinasikan dengan Kemenkes untuk menjaga standar kualitas infrastruktur rumah sakit,” jelas drg. Herry.

drg. Herry mengakui, sejak program Berani Sehat diimplementasikan RSUD Undata selalu full. Bahkan Instalasi Gawat Darurat (IGD) sudah melebihi kapasitas. Ini terjadi karena ruang perawatan full.

“Maka untuk meningkatkan pelayanan tidak ada pilihan lain selain membangun RSUD Undata Nambaso,” jelas mantan Direktur RSUD Anutapura Palu ini.

RSUD Undata Nambaso ini akan dibangun di lokasi rumah sakit saat ini.

“Lokasinya tetap di rumah sakit saat ini, Jalan RE. Martadinata Palu,” pungkas drg. Herry.**

editor: moh. habil masri

Komentar