Penanganan ODOL di Sulteng, BPTD Apresiasi Dukungan Gubernur Anwar Hafid

Headline, Hukum442 Dilihat

MOROWALI UTARA, Sulteng Today – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tengah, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng.

Karena, Pemprov memberikan dukungan penuh terhadap penanganan dan penindakan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Lalu Lintas BPTD Kelas II Sulteng, Imam Soejrajad kepada wartawan, Ahad, 9 November 2025.

Saat ini kata Imam, penanganan ODOL masih dalam tahap sosialisasi. Mulai tanggal 4 hingga 8 November 2025, BPTD telah merampungkan kegiatan sosialisasi penanganan dan penindakan kendaraan ODOL, khususnya milik pelaku tambang di wilayah Kabupaten Morowali dan Morowali Utara.

Sosialisasi tersebut berlangsung lancar. “BPTD Sulawesi Tengah mengapresiasi seluruh pihak, utamanya Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, instansi-instansi dan stakeholder terkait, serta Forkopimda Kabupaten Morowali dan Morut yang mendukung dan bersinergi penuh dalam pelaksanaan sosialisasi ini,” jelas Imam.

Imam juga mengapresiasi komitmen penuh dari Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, yang menurutnya siap “pasang badan” dalam penanganan dan penindakan kendaraan ODOL tambang ini.

“Beliau sendiri yang menyampaikan ke kita, tim terpadu ini kalau ada benturan apapun atau masalah di lapangan, telfon beliau dan beliau siap langsung turun di lapangan,” jelas Imam.

Menurutnya, pelaksanaan sosialisasi ini berjalan lancar berkat sinergi dari Tim Terpadu Sosialisasi Penanganan Kendaraan ODOL yang dibentuk langsung oleh Gubernur Anwar Hafid.

“Itu luar biasa dukungannya, dan itu yang kita harapkan, karena penindakan dan penanganan kendaraan ODOL ini tidak bisa kita selesaikan sendiri, harus melalui tim terpadu,”

Sosialisasi penanganan ini sendiri merupakan langkah konkret BPTD Sulteng dalam mengedukasi pemilik kendaraan atau perusahaan tambang yang beroperasi menggunakan Jalan Nasional yang tidak sesuai dengan regulasi, serta pemilik kendaraan angkutan umum.

Ia berharap melalui sosialisasi ini, Sulawesi Tengah dapat menerapkan sepenuhnya target nasional, yakni Zero ODOL 2027 yang terlampau banyak menyebabkan kerugian pada masyarakat dan fasilitas negara.

“Saat kita audiensi dengan Pak Gubernur, yang mendukung sekali dengan adanya sosialisasi ODOL ini. Beliau menyampaikan Sulteng ini harus menjadi percontohan dan kita udah komitmen untuk 2027 Sulteng sudah Zero ODOL,” jelas Imam.**

editor: moh. habil masri

Komentar