Dr. H. Suaib Djafar, M.Si, Maestro Budayawan Kaili
MOSANGU Morambanga Mombangu Ngata merupakan filosofi pembangunan yang menempatkan persatuan, kerja bersama, dan kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam membangun daerah.
Mosangu bermakna menyatukan langkah, Morambanga menggambarkan semangat bergerak dan bekerja bersama, sedangkan Mombangu Ngata bermakna membangun kampung, negeri, dan kehidupan masyarakat menuju kesejahteraan.
Dalam perspektif ekonomi, filosofi tersebut menegaskan bahwa kekayaan terbesar suatu daerah bukan hanya sumber daya alam, tetapi juga manusia, budaya, pengetahuan lokal, dan modal sosial yang dimilikinya. Nilai Libu (musyawarah), Sintuvu (kesepakatan dan kebersamaan), Nolunu (gotong royong), Nosimpoasi (saling menghormati), dan Nosipeili (saling peduli) merupakan modal sosial yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Ekonomi berbasis kearifan lokal berarti mengubah potensi lokal menjadi nilai tambah dan kesejahteraan, tanpa kehilangan identitas budaya dan tanpa merusak lingkungan.
Hasil pertanian, perikanan, perkebunan, kerajinan, kuliner, kain adat, seni budaya, dan potensi pariwisata perlu dikembangkan melalui hilirisasi, inovasi, koperasi, UMKM, ekonomi kreatif, teknologi digital, dan pemasaran yang lebih luas.
Pendekatan ini dapat dikembangkan melalui konsep CAN—Culture, Agriculture, Nature. Culture menjadi sumber kreativitas dan identitas; Agriculture menjadi basis produksi dan ketahanan pangan; sedangkan Nature menjadi modal pembangunan yang harus dikelola secara berkelanjutan.
Dengan demikian, Mosangu Morambanga Mombangu Ngata bukan sekadar semboyan budaya, melainkan dapat menjadi etos ekonomi dan gerakan pembangunan masyarakat: bersatu dalam gagasan, bekerja bersama dalam produktivitas, mengolah potensi lokal menjadi nilai tambah, dan memastikan hasil pembangunan kembali kepada masyarakat.
Semangat tersebut bermuara pada cita-cita Sulteng Nambaso—Sulawesi Tengah yang maju secara ekonomi, kuat dalam kebersamaan, berdaulat atas potensi lokal, lestari budayanya, terjaga alamnya, dan semakin sejahtera masyarakatnya. “Mosangu dalam persatuan, Morambanga dalam karya, Mombangu Ngata dalam kesejahteraan; dari kearifan lokal menuju Sulteng Nambaso.”
