DPW PKB dan PW IKA PMII Sulteng Gelar Tahlil dan Doa Bersama Atas Wafatnya Fathan Subchi

Headline, Sulteng51 Dilihat

Sulteng Today – Kabar meninggalnya Fathan Subchi, anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI periode 2024-2029, menyisahkan duka mendalam bagi kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Fathan Subchi meninggal pada usia 56 tahun, ketika sedang melakukan tugas pemeriksaan di Moskow Rusia, Ahad 25 Oktober 2026. Selain menjabat sebagai anggota VI BPK RI, Fathan menjalankan amanah sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni (Ketum PP IKA) PMII. Pada periode 2019-2024, Fathan menjabat sebagai anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Untuk mengenang Fathan Subchi Dewan Pengurus Wilayah PKB Sulteng dan Pengurus Wilayah IKA PMII Sulteng, melaksanakan tahlilan dan doa bersama, Senin malam, 26 Oktober 2026 di kantor DPW PKB, Jalan Otto Iskandar Dinata 13 Palu.

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Ketua PW IKA PMII Sulteng, Rahmawati M. Nur, S.Ag, Ketua DPW PKB Sulteng Risharyudi Triwibowo, MM, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulteng, Prof. Lukman Thahir, Mustasyar DPW PKB Sulteng, Dr Ir Alwy Muchsin Al-Jufri, M.Pd, Sekretaris DPW PKB Sulteng sekaligus Bendahara PW IKA PMII Muhammad Syafri serta sejumlah kader dan aktivis PMII Sulteng.

Setelah tahlil dan doa bersama, dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh Prof. Lukman Thahir, Ketua PWNU Sulteng sekaligus Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama.

Mr. No Problem

Di kalangan politisi PKB dan mantan aktivis PMII, Fathan Subchi dikenal sebagai sosok yang tidak lazim. Sebab, walau sebagai pejabat negara Fathan rela membuka pintu rumahnya nyaris 24 jam bagi siapa saja yang ingin bertandang?

Ia rutin menggelar pengajian setiap Rabu malam selama bertahun-tahun? Menerima tamu tanpa protokoler berlebihan? Nyaris tak pernah berkata tidak ketika dimintai tolong, sepanjang dirinya mampu membantu? Dan selalu tertawa begitu lepas dan keras saat bercanda, di mana pun dan kapan pun?

Di tengah dunia yang dipenuhi masalah dan berbagai kerumitan, Mas Fathan seolah menjalani semuanya dengan enteng, tanpa banyak beban. Kondisi itulah yang membuat Cak Imin, patron sekaligus seniornya di PMII dan PKB, menjulukinya Mr. No Problem.

Fathan memang aktivis dan santri tulen, sebagaimana dikutip Sulteng Today dari laman resmi Fraksi PKB DPR RI, Fathan mengawali perjalanan karier dari bawah, menapaki satu demi satu tangga pengabdian dengan ketekunan yang luar biasa. Apa pun tugas yang diberikan para seniornya di PMII maupun PKB, ia kerjakan dengan sungguh-sungguh hingga tuntas. Tak ada kata tidak, apalagi keluhan yang berlebihan. Mungkin, dalam pikirannya, tugas-tugas organisasi itu bukanlah sesuatu yang terlalu berat.***

editor: moh. habil masri

Komentar