SIAPA BILANG RAIS, INSTING INTELIJENNYA MELEBIHI DARI APARAT…???

Uncategorized22 Dilihat

PALU – Berangkat dari perjalanan peristiwa antara Warga Kelurahan Nunu dengan Kelurahan Anoa, Tamalanja nama sebelumnya. Peristiwa ini sudah merupakan sarapan pagi bagi kelompok-kolompok tertentu di dua wilaya yang bersiteru.

Kesan yang sangat spektakuler dari seorang pria yang diberikan nama kedua orang tuanya, yakni Moh. Rais Saruji (Rais) akrabnya, lahir di Desa Tamalanja kini Kelurahan Anoa 12 Mei 1975, anak bontot dari lima bersaudara.

Dalam perjalanannya, menjadi anggota FKPPI, KNPI, DPD Rajawali, juga Tokoh Pemuda, kesemuanya di tingkat Propinsi… Dari gambaran pejalannya banyak mengalami tantangan, yang paling rumit adalah perbedaan pandangan antara dua wilayah yg notabene masih serumpun. Nah ini yang katanya perlu di maknai bahkan untuk melepas anak-anak muda dari belenggu, saling benci membenci satu sama yang lain.

Sudah saatnya kata Rais, jajaran Pemerintah Kepolisian dan tokoh masyarakt melibatkan diri dalam menghilangkan, tradisi-tradisi lama yang masih melekat pada pola/prilaku khususnya dalam kerangka berpikir uuntuk menapaki mada depan yang lebih cerah. Dewasa ini saya mengajak bisik Rais, Pemerintah, Kepolisian dan seluruh masyarakt beserta pihak-pihak yang peduli akan masa depan generasi pemegang tongkat Estafet kedepan di Sulawesi Tengah dan Indonesia secara luas. Membuka ruang solusi, unutuk mengahiri peristiwa-peristiwa sampa-sampai metenggut nyawa generasi. Bukti nyata beberapa hari berlalu, satu lagi nyawa generasi melayang.

Bahkan jajaran kepolisian diantarnya Kapolda Irjend. Rizal Irawan, Kasdam XX111 Brgjend. Agus Sasmita, S.I.P, Kapoltesta Palu, Kombes Hari Susena dan Kombes Sirajuddin, SH.MH, Selaku Dir. Binmas Polda Sulteng turut hadir dirumah duka seorang generasi penerus.

Kapolda Irjend Rizal Irawan bersama jajarannya, secara tidak terduga menyempatkan diri mampir di Rumah seorang Tokoh Pemuda yg kharismatis, Moh. Rais Sarudji, menysul Kasdam Palakawira Brigjend Agus Sasmita, dikediamannya. Disinilah Rais memaparkan, keajadian sehari sebelum bergolak, dihadapan Kapolda, Pa Kapolda katanya, perlu kewaspadaan dan kesiagaan aparat kepolisian, Rais berspekulasi bercampur kekhwatirannya, akan ada gelombang terjadi dalam tempo sesingkat ini, antara dua kelompok dari kelurahan berbeda.

Tutur kata ini direspon Kapolda, maksud bila ada kejadian laporkan dengan Ke Polresta/Kapolresta. Sekaligus meminta agar Kantor Polsek diwilaya tersebut mohon dibangun, mengingat lahannxa sudah di berikan oleh Bpk H. Rusdy Mastura, ketika beliau menjabat Gubernur. Insting dan naluri Intelijend seorang Rais benar-benar teruji, karena besok sorenya kedua kelompok saling menyerang satu satu sama yang lainnya. Jarum jam berputar sesuai arahnya, bertepatan malam hari, telepon genggam Rais berdering, begitu diangkat rupanya sang Jenderal Nahokda Polda Sulteng, menanyakan kronologis peristiwa dan seterusnya.

Detik itu pula Kapolda dengan nada agak memuji Bung Rais, lho aparat saya terlambat, Intelijen nya anda lebih cepat dari sambran kilat, kira-kira demikian maksudnya. Disisi lain Gubernur H. Doktor Anwar Hafid, memberi solusi tidak lain menekamkan, untuk nengamankan pelaku kerusuhan dan pelaku pebembakan korban. Kemudian mengundang seluruh pemuda di kedua wilayah berkomplik. Disamping itu kedua kolompok antara Anoa dan Nunu Kepolisian/aparat wajib menjamin keselamatannya, dan tidak satupun pemuda yang menolak hadir, agar semua ketahui bahwa perseteruan yg sudah mengambil nyawa dimaksud terselesaikan dengan damai. Demikian masukan dari Gubernur Sulteng, Anwar Hafid..yang diterima Moh. Rais Sarudji Via Poselnya. (sped,mm).

Komentar

Berita Terkini