Provider Komitmen Dukung Program Sulteng Berani Berdering

Headline, Sulteng587 Dilihat

Sulteng Today – Sejumlah provider di Sulteng menyampaikan komitmen untuk mendukung program “Berani Berdering” yang dicetuskan pasangan Gubernur Sulteng, Dr. H Anwar Hafid  dan Wakil Gubernur dr Reny A. Lamadjido.

Bentuk dukungan para provider ini  adalah menyediakan infrastruktur jaringan telekomunikasi, pemetaan wilayah prioritas, serta kolaborasi teknis yang lebih intensif dengan pemerintah daerah.

Komitmen para provider ini terungkap dalam rapat koordinasi (Rakor), dalam rangka percepatan pengentasan wilayah blank spot atau wilayah tanpa jaringan telekomunikasi yang dilaksanakan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah.

Rakor ini dilaksanakan, Kamis, 31 Juli 2025, bertempat di ruang kerja Kepala Dinas Kominfosantik Provinsi Sulteng.

“Rakor ini merupakan bagian dari implementasi program ‘Berani Berdering’, sebuah inisiatif strategis yang bertujuan menghadirkan konektivitas digital merata hingga ke pelosok Sulteng,” ungkap  Plt. Kadis Kominfosantik Sulteng, Wahyu Agus Pratama saat membuka Rakor tersebut.

Hadir dalam acara ini antara lain,  mitra penyedia layanan telekomunikasi, di antaranya Telkom dan Telkomsel.

Agus -sapaan akrabnya-  menegaskan pentingnya kolaborasi demi mewujudkan Sulteng Berdering yang diharapkan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

Ia menekankan pemerataan akses telekomunikasi bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong percepatan transformasi digital di daerah.

Dengan konektivitas yang merata, masyarakat di wilayah terpencil dapat menikmati layanan publik berbasis digital, mengakses informasi dengan lebih mudah, serta meningkatkan produktivitas di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi lokal.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah dan penyedia layanan telekomunikasi bisa mempercepat pemerataan akses jaringan, khususnya di wilayah yang masih tertinggal secara infrastruktur digital,” ujar Wahyu.

Rakor ini diharapkan menjadi titik awal dari percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Tengah.**

Komentar