Ekspor Sulteng Didominasi Besi & Baja, Tiongkok Jadi Tujuan Utama

Ekobis, Headline2032 Dilihat

PALU, sultengtoday.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng resmi merilis neraca perdagangan Sulteng.

Informasi yang diperoleh dari laman BPS Sulteng, Senin, 1 September 2025 menyebutkan, ekspor Sulteng pada Juli 2025 senilai US$1.635,79 juta. Angka ini menunjukkan penurunan, jika dibandingkan Juli 2024 sebesar US$151,32 juta.

Terdapat sepuluh komoditas utama yang telah dipantau BPS Sulteng sejak Januari, dengan kontribusi terbesar disumbang oleh komoditas besi dan baja sebesar 63,54 persen atau senilai US$1.039,45 juta.

Pada posisi kedua, komoditas nikel berkontribusi sebesar 17,33 persen atau senilai US$283,43 juta dan komoditas ketiga terbesar disumbang oleh Bahan Bakar Mineral dengan nilai sebesar US$161,95 atau 9,9 persen.

Secara umum, selain dari sepuluh komoditas utama terbesar, komoditas lainnya menyumbang nilai ekspor Juli 2025 dari Provinsi Sulawesi Tengan kurang dari satu persen.

Nilai kumulatif ekspor Provinsi Sulawesi Tengah sejak Januari hingga Juli 2025 sebesar US$12.063,50 juta atau mengalami penurunan sebesar -US18,62 juta dengan nilai kumulatif

Januari hingga Juli 2024 sebesar US$12.082,12 juta. Sebagian besar aktivitas bongkar muat barang di Provinsi Sulawesi Tengah berlangsung melalui Pelabuhan Bahodopi, yaitu 78,27 persen dari total barang telah dimuat pada pelabuhan ini.

Untuk barang ekspor yang dimuat melalui pelabuhan/bandara di luar Provinsi Sulawesi Tengah berkontribusi kurang dari satu persen. 

Terdapat 29 negara mitra ekspor yang tercatat pada perdagangan luar negeri pada Juli 2025. Negara tujuan terbesar adalah Tiongkok dengan nilai US$727,77 juta.

Tiga komoditas utama yang menyumbang nilai ekspor kepada negara ini adalah besi dan baja sebesar US$348,65 juta, Nikel sebesar US$257,03 juta, serta aluminium sebesar US$91,36 juta.

Kemudian, India menduduki posisi kedua dengan nilai ekspor terbesar atau memberikan kontribusi sebesar 10,53 persen.

Nilai ekspor pada negara ini adalah US$172,25 juta dengan komoditas utama yang dilakukan ekspor pada negara ini adalah Besi dan Baja sebesar US$147,45 juta.

Negara ketiga dengan kontribusi terbesar adalah Taiwan, dengan nilai ekspor US$159,31 juta.

Besi dan baja memberikan kontribusi sebesar hampir 98 persen kepada negara ini dengan nilai ekspor US$155,72 juta. Secara kumulatif, negara Tiongkok memberikan kontribusi sebesar 43,42 persen dari nilai kumulatif keseluruhan atau sebesar US$5.238,50 juta. 

Dari sisi Impor, nilai transaksi yang telah dilakukan Provinsi Sulawesi Tengah pada Juli 2025 terhadap 23 negara asal adalah sebesar US$916,79 juta.

Dibandingkan terhadap Juli 2024, nilai ini mengalami penurunan sebesar US$187,23 juta. Kontribusi terbesar disumbang oleh transaksi komoditas mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$291,21 juta atau sebesar 31,76 persen nilai impor merupakan komoditas tersebut.

Kemudian, 20,14 persen komoditas impor merupakan bahan bakar mineral atau sebesar US$184,62 juta. Selanjutnya, pada posisi ketiga komoditas bijih, kerak dan abu logam menyumbang sebesar 13,28 persen atau sebesar US$121,79 juta.

Nilai impor selain sepuluh komoditas utama yang telah dipantau sejak Januari 2025 memberikan kontribusi sebesar 10,54 persen atau US$96,62 juta. Jika diakumulasi, nilai Impor Sulawesi Tengah sejak Januari hingga Juli 2025 mencapai US$6.473,92 juta.

Negara mitra Impor dengan kontribusi terbesar adalah berasal dari Tiongkok. Sebanyak 60,04 persen nilai total impor berasal dari negara tersebut atau senilai US$550,43 juta.

Tiga Komoditas penyumbang nilai impor dari negara ini antara lain : Mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$288,21 juta, mesin/peralatan listrik sebesar US$51,92 juta, dan benda-benda dari Besi dan baja sebesar US$31,13 juta.

Kemudian, negara Australia menduduki posisi kedua terhadap kontribusi impor pada bulan ini sebesar 9,92 persen atau sebesar US$90,98 juta.

Komoditas utama yang dilakukan transaksi dari negara ini adalah bahan bakar mineral sebesar US$52,79 juta.

Pada posisi ketiga, negara Afrika Selatan memberikan kontribusi 7,63 persen atau sebesar US$70,49 juta nilai impor berasal dari negara ini. Komoditas utama yang dilakukan transaksi adalah bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$60,01 juta.

Neraca perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah pada Juli 2025 mengalami Surplus US$719,00 juta. Nilai ini mengalami penurunan jika dibanding Juli 2024 dengan posisi sebelumnya US$731,97 juta atau penurunan sebesar 1,77 persen. Secara umum, posisi neraca perdagangan provinsi Sulawesi Tengah sejak Januari 2025 selalu mengalami surplus dengan nilai kumulatif sebesar US$5.589,57 juta. **

Komentar