Kinerja Ekspor Sulteng Juli 2025 Turun, Tiongkok Tujuan Utama Ekspor Besi dan Baja

Ekobis, Headline740 Dilihat

MOROWALI, sultengtoday.id – Tiongkok merupakan negara tujuan utama ekspor Sulawesi Tengah. Nilai ekspor Sulteng ke Negara Tirai Bambu itu sebesar US$727,77 juta.

Ada tiga komoditas utama yang menyumbang nilai ekspor kepada negara ini. Yaitu,  besi dan baja sebesar US$348,65 juta, Nikel sebesar US$257,03 juta, dan aluminium sebesar US$91,36 juta.

Setelah Tiongkok, India menduduki posisi kedua dengan total ekspor  sebesar 10,53 persen. Atau senilai US$172,25 juta.

Komoditas utama yang diekspor ke negara ini adalah Besi dan Baja senilai US$147,45 juta.

Negara ketiga yang menjadi tujuan utama ekspor Sulteng adalah Taiwan, dengan nilai ekspor US$159,31 juta.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, kinerja ekspor Sulteng pada Juli 2025 mengalami penurunan, dibandingkan realisasi ekspor pada Juli 2024.

Ekspor pada Juli 2025 senilai US$1.635,79 juta atau berkurang US$151,32 juta, bila dibanding nilai ekspor Juli 2024.

Komoditas yang memiliki kontribusi besar pada neraca ekspor Sulteng adalah besi dan baja.

Nilainya 63,54 persen atau setara senilai US$1.039,45 juta.

Di posisi kedua, komoditas nikel berkontribusi sebesar 17,33 persen atau senilai US$283,43 juta, serta Bahan Bakar Mineral menyumbang 9,9 persen ekspor Sulteng atau senilai  US$161,95.

Komoditas lainnya hanya menyumbang nilai ekspor Sulteng kurang dari satu persen.

Nilai kumulatif ekspor Sulteng sejak Januari hingga Juli 2025 sebesar US$12.063,50 juta atau mengalami penurunan sebesar -US18,62 juta, dengan nilai kumulatif Januari hingga Juli 2024 sebesar US$12.082,12 juta.

Dari sisi Impor, nilai transaksi yang telah dilakukan Provinsi Sulawesi Tengah pada Juli 2025 terhadap 23 negara asal adalah sebesar US$916,79 juta.

Dibandingkan terhadap Juli 2024, nilai ini mengalami penurunan sebesar US$187,23 juta. Kontribusi terbesar disumbang oleh transaksi komoditas mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$291,21 juta atau sebesar 31,76 persen nilai impor merupakan komoditas tersebut.

Kemudian, 20,14 persen komoditas impor merupakan bahan bakar mineral atau sebesar US$184,62 juta. Selanjutnya, pada posisi ketiga komoditas bijih, kerak dan abu logam menyumbang sebesar 13,28 persen atau sebesar US$121,79 juta.

Nilai impor selain sepuluh komoditas utama yang telah dipantau sejak Januari 2025 memberikan kontribusi sebesar 10,54 persen atau US$96,62 juta. Jika diakumulasi, nilai impor Sulteng sejak Januari hingga Juli 2025 mencapai US$6.473,92 juta.

Negara mitra impor dengan kontribusi terbesar adalah Tiongkok.

Sebanyak 60,04 persen total impor berasal dari negara tersebut, atau senilai US$550,43 juta.

Tiga Komoditas penyumbang nilai impor dari negara ini antara lain; mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$288,21 juta, mesin/peralatan listrik sebesar US$51,92 juta, dan benda-benda dari besi dan baja sebesar US$31,13 juta.

Kemudian, Australia menduduki posisi kedua terhadap kontribusi impor pada bulan ini, sebesar 9,92 persen atau sebesar US$90,98 juta.

Komoditas utama yang diimpor dari negara ini adalah, bahan bakar mineral sebesar US$52,79 juta.

Sebagian besar aktivitas bongkar muat barang di Provinsi Sulteng berlangsung di Pelabuhan Bahodopi, yaitu 78,27 persen dari total barang yang dimuat di pelabuhan ini.

Untuk barang ekspor yang dimuat melalui pelabuhan/bandara di luar Sulteng berkontribusi kurang dari satu persen.**

editor: moh. habil masri

Komentar