Kementerian Transmigrasi Ingin Kopi Sigi Menembus Pasar Internasional

Ekobis, Headline794 Dilihat

SIGI, sultengtoday.id – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) RI menginginkan, komoditi unggulan hasil pertanian Kabupaten Sigi menembus pasar internasional.

Setidaknya, ada dua komoditi yang bisa bersaing di pasar luar negeri. Yakni, kopi dan bawang.

Keinginan ini disampaikan Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans), Viva Yoga Mauladi saat menerima Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos, M.Si bersama rombongan, yang berkunjung ke kantor Kementrans, Kalibata, Jakarta, Selasa, 2 September 2025.

Informasi ini menjadi kabar gembira sekaligus, motivasi bagi petani kopi dan bawang di wilayah Sigi, bahkan di wilayah lainnya di Sulteng, agar lebih giat menanam, merawat dan mengolah biji kopi.

Viva mengakui, lahan di Indonesia masih sangat luas, tetapi produksi kopi masih belum mampu memenuhi permintaan Kanada dan China karena, keterbatasan tenaga kerja.

“Kita ingin kopi dari Sigi bisa ekspor,” kata Viva Yoga.

Bupati Sigi, Rizal Intjenae memanfaatkan pertemuan dengan, Wamentrans untuk memaparkan potensi, sekaligus tantangan pengembangan kawasan transmigrasi Palolo dan Lembah Tongoa.

Di kesempatan yang sama, mantan Ketua DPRD Sigi dua periode ini menyerahkan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) unggulan Sigi, sebagai contok produk. Seperti Kopi Sigi Ka Kommi dan Bawang Panggang Sigi kepada Wamentrans.

Menurut Viva Yoga, Kopi Sigi Ka Kommi memiliki prospek menjanjikan, karena sudah diminati pasar luar negeri.

Viva Yoga mengaku bersemangat mengembangkan produk unggulan dari kawasan transmigrasi.

“Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat baik transmigran maupun warga lokal bisa meningkat,” jelas Viva.

Wamentrans juga mendorong promosi potensi durian, kakao, serta komoditas pertanian lainnya.

Wamentrans Viva juga memberikan informasi menggembirakan juga kepada warga transmigran, dimana seluruh kawasan hutan di wilayah transmigrasi akan dikeluarkan dari status hutan.

“Keputusan ini sesuai hasil Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Kementerian Transmigrasi pada 30 Juni 2025,” pungkasnya.**

editor; moh. habil masri

Komentar