Anwar Hafid: Beasiswa Berani Cerdas Telah Tersalurkan Rp48 Miliar

Sulteng924 Dilihat

PALU, sultengtoday.id – Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, M.Si menepis opini negatif terkait implementasi program beasiswa Berani Cerdas.

“Mendaftar beasiswa Berani Cerdas ‘ribet’, berbelit-belit. Justru persyaratan program telah banyak dilonggarkan untuk memudahkan dan meningkatkan jumlah pendaftar,” jelas Gubernur Anwar Hafid saat tampil di acara dialog interaktif ‘Gubernur Menyapa : Berani Cerdas untuk Siapa’ di Studio LPP RRI Palu, Kamis, 4 September 2025.

Gubernur mencontohkan, kemudahan persyaratan program beasiswa Berani Cerdas.

Awalnya dipersyaratkan, peserta beasiswa minimal memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,7 dengan batas usia saat mendaftar maksimal 20 tahun.

“Syarat IPK sudah diturunkan hingga 3,0 dan, batas usia saat mendaftar 25 tahun. Awalnya 20 tahun,” jelas mantan Bupati Morowali dua periode ini.

Kemudahan lainnya kata Anwar, peserta program beasiswa Berani Cerdas bisa mendaftar secara manual di dinas pendidikan provinsi. Ini dimaksudkan, bila pendaftar terkendala jaringan internet, karena tinggal di daerah pelosok.

Terbaru, Pemprov Sulteng segera menandatangani Memorandum Of Understanding (MOU) atau nota kesepahaman dengan berbagai universitas, agar surat keterangan kuliah sebagai bukti validitas penerima beasiswa, adalah mahasiswa aktif bisa dilakukan kolektif.

Dengan demikian, dekan atau pejabat kampus yang berwenang, tak perlu lagi repot berkali-kali membubuhkan tanda tangan pada tiap surat keterangan yang diproses.

“Ini usaha-usaha yang kita lakukan agar Berani Cerdas dapat diakses masyarakat,” jelas mantan anggota DPR RI ini.

Syarat maupun prosedur administratif diberlakukan karena, anggaran beasiswa Berani Cerdas bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, dan harus dipertanggungjawabkan penggunaannya secara akuntabel dan transparan.

“Termasuk memastikan tidak ada mahasiswa Sulteng, yang menerima beasiswa dobel. Artinya, jika seorang mahasiswa sudah menerima beasiswa dari sumber lain, di luar program Berani Cerdas, maka ia tidak berhak lagi menerima beasiswa ini,” urai Anwar.

“Karena ini uang negara maka ada prosedur yang harus dipenuhi,” tegasnya.

Program beasiswa Berani Cerdas telah berjalanan melalui dua jalur yang telah ditetapkan.

Pertama, jalur afirmasi, yang menyasar mahasiswa dari keluarga kurang mampu dan terkendala finansial.

Kedua, jalur prestasi, bagi mahasiswa bukan dari keluarga kurang mampu dan dibuktikan dengan nilai IPK minimal 3.0 atau bukti lain seperti anggota Paskibraka, atlet berprestasi dan sebagainya.

“Tujuannya untuk men-sarjana-kan masyarakat dan mengurangi beban orangtua. Beasiswa ini adalah solusi supaya tak ada lagi anak yang putus kuliah,” jelas Anwar.

Dalam postur APBD 2025 kata Anwar, sudah disiapkan anggaran untuk membiayai hingga 80 ribu peserta program Berani Cerdas.

Saat ini saja, sudah tersalurkan beasiswa ke 13.555 anak Sulteng dengan total anggaran yang diserap sebesar Rp48 miliar.

Keseriusan Pemprov dalam meningkatkan kualitas SDM melalui beasiswa Berani Cerdas guna menyongsong Indonesia Emas 2045.

Program ini telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sulteng tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.

Gubernur berharap program ini dapat dilaksanakan berkelanjutan, sebagai bagian integral dari pembangunan jangka panjang dan komitmen Pemda terhadap pendidikan, sebagai investasi masa depan, memajukan Sulteng.

“Kalau dia (pemimpin) cinta rakyat Sulawesi Tengah harus melanjutkan program ini,” jelas Anwar sambil menegaskan bahwa, Berani Cerdas dapat dijadikan legacy dalam membangun peradaban dan masa depan generasi emas Sulteng.**

editor: moh. habil masri

Komentar