PALU, Sulteng Today – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Uwe Lino Kabupaten Donggala tetap eksis melayani sekitar 14 ribu Sambungan Rumah (SR) di Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
“SR kita di Kota Palu hampir 11 ribu, sedangkan di wilayah Kabupaten Sigi sekitar 3 ribu lebih,” jelas Direktur Perumda Uwe Lino Kabupaten Donggala, Imran, SH saat berbincang dengan Sulteng Today akhir pekan lalu.
Di tahun 2026 kata Imran, fokus perhatian manajemen Perumda adalah peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan di Kota Palu, Sigi dan Donggala.
Khusus pelanggan di Kota Palu dan Sigi, Perumda meminta mendoakan usaha Bupati Donggala Vera Elena Laruni agar mendapat respon positif oleh Gubernur Sulteng, H. Anwar Hafid.
Untuk diketahui, Bupati Donggala Vera Elena Laruni tengah bermohon kepada Gubernur Sulteng Anwar Hafid agar dapat melibatkan Perumda Uwe Lino dalam memanfaatkan air curah yang bersumber dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Uveta Oloboju.
Air tersebut akan dialirkan kepada pelanggan di Kota Palu dan Sigi.
“Pelanggan kita di Donggala dan Sigi sekitar 56 ribu. Dengan hitungan tiap SR terdapat empat orang yang memanfaatkan air. Nah, SR kita 14.000, bila dikalikan 4 maka penerima manfaat air yang disuplai Perumda Uwe Lino sekitar 56 ribu orang,” jelas Imran menambahkan.
Menurut Imran, SPAM Oloboju dapat mengalirkan air 450 liter per detik.
Ia berharap 200 di antara 450 liter per detik air curah tersebut dialirkan ke jaringan pipa Perumda Uwe Lino Donggala.
Lagi pula, jaringan perpipaan Perumda Uwe Lino telah terkoneksi dengan jaringan SPAM Uveta.
“Bila Perumda Uwe Lino mendapat suplai 200 liter per detik dari SPAM Uveta maka pelanggan kita di Kota Palu dan Sigi bisa menikmati air bersih 1 x 24 jam,” jelas Imran.
Saat ini urai Imran, sumber air yang disuplai Perumda kepada pelanggan berasal dari Desa Porame. Kemudian, sumur air tanah dalam yang disedot melalui pompa, serta air permukaan dari wilayah Kawatuna.
“Karena sumber air terbatas jumlahnya, maka saat ini Perumda belum bisa menyulai air bersih 1 x 24 jam kepada pelanggan. Tapi bila Bapak Gubernur Sulteng berkenan melibatkan Perumda Uwe Lino memanfaatkan air curah SPAM Uveta, kami optimis bisa melayani pelanggan 1 x 24 jam,” jelas Imran.
Pada 15 Oktober 2025, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid didampingi Wakil Gubernur, dr. Reny Lamadjido, dan Sekretaris Daerah, Novalina menerima audiensi Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tengah, Firman Aksara.
Salah satu program yang dipaparkan Firman Aksara saat itu adalah perkembangan SPAM Uveta, yang memiliki kapasitas 600 liter air per detik.
SPAM ini akan dikelola Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui unit khusus.
Dari kapasitas tersebut, 450 liter per detik dialokasikan untuk Kota Palu dan 150 liter per detik untuk Kabupaten Sigi.
Balai juga menegaskan komitmen untuk mempercepat penyelesaian proses serah terima aset kepada pemerintah provinsi, agar pengelolaan air curah dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Gubernur Anwar Hafid menyambut baik langkah-langkah percepatan tersebut, dan menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama.
“Yang penting air cepat mengalir dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Soal pendapatan nanti mengikuti, karena anggaran yang kita gunakan juga bersumber dari negara,” ujar Gubernur Anwar Hafid.
Dalam kesempatan itu juga dibahas rencana revisi Nota Kesepahaman (NK) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pemerintah daerah dan balai, agar mekanisme serta pembagian kapasitas air dapat lebih jelas, efisien, dan sesuai kemampuan masing-masing daerah.**
editor: moh. habil masri













Komentar