Gubernur Sulteng Datangkan Tiga Pakar ITB, Meneliti Penyebab Retakan Rumah Warga di Sekitar PLTA Poso

Headline, Sulteng284 Dilihat

POSO, Sulteng Today – Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid mendatangkan tiga pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ketiganya adalah, Dr. Teguh Purnama Sidiq, S.T, M.T, Tenaga Ahli Geodesi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Dr. Rendy Dwi Kartiko, S.T, M.T, Tenaga Ahli Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian dan Inzagi Suhendar, S.T, M.T, Asisten Tenaga Ahli Tambang, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB.

Ketua Harian Satuan Tugas Penyelesaian Konflik Agraria (Satgas PKA) Sulteng, Eva Susanti Bande kepada Sulteng Today, Rabu, 19 November 2025 mengatakan, kedatangan tim ahli ITB sebagai respons Gubernur H. Anwar Hafid atas pengaduan 25 warga Desa Sulewana, Kabupaten Poso, yang rumahnya retak, diduga akibat aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Air yang dioperasikan PT. Poso Energy.

Sejak Selasa, 18 November 2025 mulai pukul 09.30 WITA hingga 16.00 WITA, tim pakar yang dampingi Ketua Harian Satgas PKA, Eva Bande, menggelar rapat maraton di kantor PT. Poso Energi, Desa Sulewana, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso. Di hari yang sama juga dilakukan peninjauan lapangan bersama perwakilan PT. Poso Energy.

Pertemuan tersebut dibagi dua sesi. Sesi pertama adalah rapat yang menyita waktu hingga delapan jam di kantor PT Poso Energy untuk mencocokkan dan memverifikasi data.

Kemudian, sesi kedua dilanjutkan dengan peninjauan lapangan untuk memeriksa batuan geologi di sekitar kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso 1 dan Poso 2.

Eva Bande -sapaan akrabnya- mengingatkan kembali salah satu rekomendasi kepada PT. Poso Energy yang belum dijalankan. Yakni, rekomendasi perbaikan rumah warga Sulewana yang rusak, tanpa harus menunggu hasil penelitian dari Tim Pakar ITB rampung.

“Ayolah Pak. Anda ini beroperasi di dekat kampung mereka. Tolong rumahnya diperbaiki, jangan dibiarkan warga seperti itu terus,” cecar Eva Bande di depan para petinggi perusahaan, merujuk pada 25 rumah warga yang mengalami keretakan.

Eva mengatakan, Gubernur H. Anwar Hafid berharap PT. Poso Energy dapat memprioritaskan penyelesaian masalah rumah warga yang mengalami kerusakan.

Posisi operasional perusahaan yang sangat dekat dengan permukiman mestinya masalah ini menjadi perhatian mendesak.Sikap petinggi PT Poso Energy masih seperti pada pertemuan sebelumnya.

Perwakilan perusahaan mengaku tidak bisa menjalankan perbaikan/bedah rumah dengan alasan PT Poso Energy bukan yang menyebabkan kerusakan rumah warga.

Gali Data dan Dokumen

Saat rapat maraton selama delapan jam di kantor PT. Poso Energy ketiga ilmuwan terapan ITB tersebut secara intensif menganalisis dokumen dan mencocokkan data terkait aspek Power Plant Engineering (Rekayasa Pembangkit Listrik) yang disajikan dan didiskusikan secara detail oleh tim ahli dari PT. Poso Energy.

Salah satu tim pakar, Teguh Purnama Sidiq, mengatakan, keterlibatan timnya adalah untuk mencari kebenaran berdasarkan fakta di lapangan. Bukan mencari pembenaran terhadap asumsi di balik mencuatnya kasus ini.

Sebagai ilmuwan, mereka bekerja sesuai kaidah metodologi ilmiah dan objektivitas akademik, memastikan setiap temuan dan kesimpulan didukung oleh data empiris dan prinsip-prinsip teknik yang berlaku.

Mengenai hasil akhir, Ketua Satgas Eva Bande menjelaskan bahwa belum ada kesimpulan yang bisa diperoleh dari kunjungan lapangan yang dilakukan tim ahli ITB hari ini.

Para pakar baru sebatas mengumpulkan data awal, mencocokkan dokumen dan meninjau lokasi.

Eva Bande menegaskan, pihaknya menjamin tim ahli yang dilibatkan bekerja sesuai kaidah akademik dan objektivitas ilmiah murni.

Hasil penelitian ini jauh dari afiliasi politik dan kepentingan pihak manapun, baik perusahaan maupun kelompok tertentu.

Dengan integritas yang terjamin ini, ia optimistis laporan akhir dari tim ITB dapat menjadi pijakan yang kuat dan adil bagi Gubernur dalam mengambil keputusan terbaik untuk semua pihak.**

editor: moh. habil masri

Komentar