Pembangunan SMK Negeri 1 Luwuk Habiskan Dana Rp12,5 M, Gubernur Anwar Hafid: Pemprov Komitmen Wujudkan Berani Cerdas

Headline, Pendidikan160 Dilihat

BANGGAI, Sulteng Today – Pembangunan gedung belajar baru, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Luwuk, Kabupaten Banggai rampung 100 persen dan siap dimanfaatkan.

Sekolah ini dibangun dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp12,5 miliar. Tahun 2021, SMK Negeri 1 Luwuk mengalami kebakaran hebat, sehingga kondisinya rusak berat.

Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si yang meresmikan penggunaan gedung tersebut, Selasa, 18 November 2025, kembali menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng), untuk mewujudkan Program Berani Cerdas.

“Pembangunan gedung baru ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam meningkatkan kualitas sekolah menengah kejuruan. Program tersebut selaras dengan Program 9 Berani, khususnya pilar Berani Cerdas, yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi pembentukan generasi unggul dan kompetitif,” tegas Anwar Hafid.

Menurutnya, penyediaan fasilitas literasi dan ruang belajar yang modern akan terus menjadi prioritas pasangan Berani.

“Kami ingin memastikan setiap peserta didik mendapatkan lingkungan belajar yang layak, nyaman, dan adaptif terhadap perkembangan pendidikan vokasi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan, termasuk pemerintah daerah dan tenaga pendidik.

Ia pun berharap fasilitas baru ini dapat meningkatkan mutu pembelajaran, memperluas akses pendidikan vokasi, dan mempersiapkan siswa menghadapi kebutuhan dunia kerja maupun wirausaha.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati V. Windarrusliana, dalam laporannya menjelaskan, pembangunan gedung SMK Negeri 1 Luwuk dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun Anggaran 2025 senilai Rp12,5 miliar.

Proyek tersebut menjadi salah satu program strategis daerah pada 2024 dan mendapatkan supervisi langsung dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pembangunan yang menjadi prioritas meliputi sepuluh ruang kelas, satu ruang praktik pariwisata, lima laboratorium, satu perpustakaan, serta satu unit toilet dengan empat bilik.

SMK Negeri 1 Luwuk mendapat alokasi besar karena bangunan lamanya mengalami kerusakan total akibat kebakaran pada 24 Mei 2021.

Pada 2024, Dinas Pendidikan melakukan intervensi dengan metode swakelola tipe satu.

Hasil uji mutu menunjukkan seluruh bangunan lama tidak layak direhabilitasi, sehingga harus dibongkar total.

Peletakan batu pertama dilakukan pada Oktober 2024. Meski proyek sempat mengalami tiga kali perpanjangan waktu, seluruh tahap pembangunan akhirnya rampung sesuai target sehingga bisa diresmikan pada hari ini.

Optimalisasi anggaran swakelola membuat jumlah ruang yang awalnya direncanakan sepuluh unit meningkat menjadi empat belas unit.

Fasilitas toilet pun bertambah signifikan menjadi enam unit dengan total dua puluh satu bilik, tanpa mengurangi standar konstruksi.

Pengendalian mutu diterapkan secara ketat, mulai dari tahap perencanaan, pemilihan material, uji beton, hingga penataan administrasi teknis. Seluruh gedung telah dinyatakan memenuhi standar dan siap digunakan, meski beberapa titik masih memerlukan penyelesaian minor.

Saat ini SMK Negeri 1 Luwuk memiliki tiga gedung berlantai dua dengan warna berbeda sebagai identitas baru.

“Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperkuat layanan pendidikan vokasi di Kabupaten Banggai sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mewujudkan sistem pendidikan yang modern, berkelanjutan dan berdaya saing,” jelas Kadis Pendidikan sebagaimana dikutip Sulteng Today dari rilis Biro ADPIM Setdaprov.

Acara peresmian tersebut turut dihadiri Bupati Banggai Ir. Amirudin Tamoreka, Wakapolres Banggai Kompol Pino Ary, SH., SIK., MH, jajaran guru, Unsur Forkopimda Banggai serta ratusan siswa yang menyambut langsung pengoperasian gedung baru tersebut.**

editor: moh. habil masri

Komentar