Dr. H. Suaib Djafar, M. Si, Maestro Budayawan Kaili
MASYARAKAT Kaili memiliki ungkapan “Mosipeili, Mosimpotove, Mosimpoasi, Nosarara Nosabatutu” yang mengandung pesan luhur tentang kepedulian, kasih sayang, saling membantu, persaudaraan dan kebersamaan.
Ungkapan ini menggambarkan bahwa kehidupan masyarakat tidak dibangun atas dasar kepentingan pribadi semata, tetapi melalui semangat saling memperhatikan, saling menguatkan dan hidup sebagai satu keluarga.
Dalam konteks pembangunan Sulawesi Tengah Nambaso, nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan semangat Berani Cerdas dan Berani Sehat. Pembangunan tidak cukup hanya menyediakan fasilitas pendidikan dan kesehatan, tetapi harus menghadirkan budaya kepedulian agar setiap anak dan setiap warga memperoleh kesempatan yang adil untuk tumbuh, belajar, sehat dan mencapai kehidupan yang lebih baik.
1. Mosipeili: Saling Memperhatikan
Mosipeili dapat dimaknai sebagai semangat untuk saling memperhatikan dan peduli terhadap keadaan sesama. Dalam Berani Cerdas, nilai ini diwujudkan melalui kepedulian terhadap anak-anak yang mengalami kesulitan belajar, keterbatasan ekonomi, maupun keterbatasan akses pendidikan. Tidak boleh ada anak yang tertinggal karena masyarakat dan pemerintah hadir untuk saling memperhatikan.
Dalam Berani Sehat, Mosipeili menjadi dasar membangun kepedulian terhadap kesehatan keluarga, ibu dan anak, lansia, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.
2. Mosimpotove: Saling Mengasihi
Mosimpotove mengandung nilai kasih sayang dan penghormatan terhadap sesama. Pendidikan dan kesehatan akan lebih bermakna apabila dilandasi kasih sayang.Dalam pendidikan, guru tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dengan pendekatan yang manusiawi. Anak dididik agar menjadi generasi yang cerdas sekaligus memiliki hati, empati dan akhlak.
Dalam kesehatan, Mosimpotove mendorong keluarga dan masyarakat untuk membangun budaya hidup sehat melalui perhatian, pendampingan dan kepedulian bersama.
3. Mosimpoasi: Saling Membantu
Mosimpoasi mencerminkan semangat saling membantu dalam menghadapi persoalan kehidupan. Nilai ini sejalan dengan prinsip gotong royong dalam pembangunan. Program Berani Cerdas dapat diperkuat melalui keterlibatan orang tua, guru, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.
Sementara itu, Berani Sehat membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, sekolah dan masyarakat. Kesehatan bukan hanya urusan rumah sakit atau puskesmas, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.
4. Nosarara Nosabatutu: Kita Bersaudara, Kita Satu
Nosarara Nosabatutu merupakan prinsip persaudaraan dan persatuan yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat Kaili. Perbedaan latar belakang tidak menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan bersama.Dalam perspektif Sulteng Nambaso, Nosarara Nosabatutu dapat menjadi fondasi sosial bahwa pembangunan pendidikan dan kesehatan harus bersifat inklusif, adil dan menjangkau seluruh masyarakat.
Berani Cerdas berarti membangun generasi Sulawesi Tengah yang berpengetahuan, berkarakter, kreatif dan memiliki identitas budaya.Berani Sehat berarti membangun masyarakat yang sehat secara fisik, mental dan sosial serta memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan.
Implementasi dalam Kehidupan
Nilai Mosipeili, Mosimpotove, Mosimpoasi, Nosarara Nosabatutu dapat diterjemahkan dalam gerakan nyata:
– Sekolah Peduli Anak: tidak membiarkan peserta didik mengalami ketertinggalan pendidikan.
– Keluarga Peduli Pendidikan: orang tua menjadi mitra utama sekolah dalam membentuk karakter anak.
– Masyarakat Peduli Kesehatan: membangun budaya hidup bersih, sehat dan saling menjaga.
– Gotong Royong (Nolunu, Nosialapale) Kesehatan: memperkuat kepedulian masyarakat terhadap keluarga yang membutuhkan.
– Pendidikan Berbasis Budaya Lokal: memasukkan nilai-nilai Kaili dalam pembelajaran dan pembentukan karakter
Gerakan Nosarara Nosabatutu: menjadikan persaudaraan sebagai modal sosial pembangunan Sulawesi Tengah.
Dengan demikian, Mosipeili, Mosimpotove, Mosimpoasi, Nosarara Nosabatutu bukan sekadar ungkapan budaya, tetapi merupakan nilai hidup yang dapat menjadi energi sosial pembangunan.
Berani Cerdas membangun kecerdasan, Berani Sehat membangun kualitas kehidupan, dan Nosarara Nosabatutu membangun persaudaraan.
Ketiganya bertemu dalam satu cita-cita: membangun Sulawesi Tengah yang maju tanpa kehilangan akar budayanya, sejahtera tanpa meninggalkan sesama, serta cerdas dan sehat dalam semangat persaudaraan.
Mosangu Morambanga Mombangu Ngata, Menuju Sulteng Nambaso. ”MarosoAda, Maroso Agama, Maroso Pamarentah Maamangata, Nadea Belona”.***
