Banjir di Banawa Tengah, 400-an Kepala Keluarga Terisolir

Headline, Sulteng1038 Dilihat

Sulteng Today – Banjir bandang yang melanda beberapa desa di Kecamatan Banawa Tengah, Senin, 7 Juli 2025 masih menyisahkan pilu. Walau tidak ada korban jiwa, banjir ini menyebabkan sekira 403 kepala keluarga atau sekira 1.600-an warga Desa Powelua terisolir.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng, Dr.Ir. H Akris Fattah Yunus, MM kepada Sulteng Today, Selasa pagi, 8 Juli 2025 menjelaskan, ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Limboro Powelua putus.

“Jalan ini tergerus aliran sungai sekira 40 meter lebih. Desa Powelua terisolir akibat jalan putus ini,” jelas Akris.

Menurut Akris, Senin malam, 7 Juli 2025, pukul 20.00 wita Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Donggala dan BPBD Sulteng selesai melakukan pendataan dan asesmen awal di lapangan. Untul mengetahui dampak kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan akibat banjir tersebut.

“Senin, sekitar pukul 17.00-18.00 Wita arus trasnportasi, jalan nasional Donggala-Pasangkayu di Desa Limboro sempat terhenti, akibat genangan setinggi 30 cm sampai 100 cm arah jembatan. Pukul 19.00 Wita air mulai surut sehingga arus transpotasi kembali normal,” ungkap Akris.

Solusi jangka pendek mengatasi dampak banjir ini urai Akris, diperlukan pembukaan jalan baru, dengan melakukan galian pada arah tebing gunung sepanjang kurang lebih 100 meter.

“Sehingga akses ke Desa Powelua kembali normal. Kondisi ini saya sudah laporkan dengan Bapak Gubernur. Alhamdulillah, Bapak Gubernur telah memerintahan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang untuk membantu Ibu Bupati Donggala menangani dampak banjir tersebut,” pungkas Akris.**

Komentar