September, Sulteng Punya 6.000 Hektar Sawah Baru

Headline, Sulteng976 Dilihat

Sulteng Today – September tahun ini Sulawesi Tengah akan memiliki 6.000 hektar sawah baru yang siap ditanami benih padi unggul.

Ini salah satu poin penting dari hasil silaturahim dan koordinasi teknis antara Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI dengan Gubernur Sulteng, Dr H. Anwar Hafid, Kamis 24 Juli 2025.

Seperti diberitakan sebelumnya, tahun ini, Kementerian Pertanian (Kementan) RI memprogramkan perluasan areal persawahan di Sulteng. Pemerintah RI melalui Kementan telah menyuntikan dana sebesar Rp412 miliar kepada Pemerintah Provinsi Sulteng.

Rp365,3 miliar lebih dana ini akan membiayai pencetakan sawah baru seluas 10.180 hektar. Sedangkan Rp47 miliar lebih akan dimanfaatkan menunjang operasional dan teknis kegiatan.

Untuk memastikan kelancaran program ini, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alamsyah berkunjung ke Sulawesi Tengah, Kamis, 24 Juli 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Dirjen PSP bersilaturahim sekaligus koordinasi teknis dengan Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid. Koordinasi teknis ini berkaitan erat dengan kesiapan daerah dalam menyukseskan program tersebut.

Informasi yang diperoleh Sulteng Today dari Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, Kamis malam, 24 Juli 2025 menyebutkan saat bersilaturahim dengan bapak gubernur, Dirjen Andi Nur Alamsyah menyampaikan.

Kementan menargetkan, pada September mendatang, 6.000 di antara 10.180 hektar sawah baru sudah dapat ditanami. Dengan demikian, pada bulan Juli kontrak pencetakan sawah ini sudah dapat ditandatangani.

Selain pendanaan, dukungan Kementan mencakup penyediaan alat dan mesin pertanian melalui Brigade Alsintan serta distribusi benih untuk mendukung keberhasilan musim tanam mendatang.

“Sebagai bagian dari langkah persiapan jangka panjang, pemerintah provinsi diminta segera menyusun dokumen Survei Investigasi dan Desain (SID) sebagai dasar pengajuan lanjutan program untuk tahun anggaran 2026,” jelas Nur Alamsyah.

Nur Alamsyah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program ini.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Anwar Hafid medorong jajaran Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulteng untuk segera menyusun dokumen perencanaan atau Survei Investigasi dan Desain (SID) sehingga target Kementan bisa direalisasikan di Sulteng.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada Dirjen PSP yang telah berkunjung ke Sulteng. Kunjungan ini kata Anwar merupakan bentuk dari komitmen kuat pemerintah dalam mengembangkan sektor pertanian di wilayah Sulawesi Tengah dan mewujudkan program swasembada pangan.**

Komentar