PALU, Sulteng Today – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng), telah menyetor dana Rp37 miliar kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, untuk menalangi biaya berobat warga di 13 kabupaten/kota di Sulteng.
Bila sakit, warga bisa berobat di semua fasilitas kesehatan (Faskes). Mulai Puskesmas hingga rumah sakit.
Pemerintah provinsi telah membayar semua biaya berobat masyarakat melalui program Berani Sehat.
Informasi ini disampaikan Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si saat menyampaikan sambutan di acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Kabupaten Tolitoli, Jumat, 3 Oktober 2025.
“Pemerintah provinsi telah menyalurkan Rp37 miliar ke BPJS Kesehatan dalam tujuh bulan terakhir demi memastikan, tidak ada warga yang ditolak di rumah sakit maupun puskesmas hanya karena kendala administrasi atau tunggakan iuran,” mantan Bupati Morowali dua periode itu.
Menurut Anwar Hafid, melalui program Berani Sehat warga tetap dilayani ketika berobat walaupun kartu BPJS-nya tidak aktif.
“Walaupun ada tunggakan tetap harus dilayani karena Pemerintah Provinsi yang jamin. Ini bukan program kaleng-kaleng, tapi program dengan anggaran nyata untuk rakyat,” jelas Anwar Hafid.
Program Berani Sehat ini baru berjalan 7 bulan dan telah menjamin kesehatan 102 ribu warga Sulawesi Tengah.
Warga Tolitoli: Terima Kasih Pak Gub
“Saya atas nama warga Kabupaten Tolitoli menyampaikan terima kasih tulus dari lubuk hati paling dalam kepada Bapak Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, yang telah meringankan beban warga Tolitoli, di tengah kondisi ekonomi yang lagi sulit,” jelas Ketua Fraksi Kebangkitan Perjuangan Rakyat DPRD Tolitoli, Rihard Adrianto kepada Sulteng Today, Jumat, 3 Oktober 2025.
Rihard Adrianto menyampaikan, semenjak program Berani Sehat diimplementasikan, warga Tolitoli langsung berobat di fasilitas kesehatan (Faskes) ketika sakit.
“Makanya tidak heran bila rumah sakit sering full,” jelas Didi -sapaan akrab Rihard Adrianto-.
Didi berharap program ini terus berlanjut. Saat ini katanya, masyarakat Tolitoli yang sakit tidak ragu lagi berobat ke puskesmas atau rumah sakit, walaupun mereka menunggak iuran BPJS Kesehatan.
Sebab mereka tahu ada program Berani Sehat.**
editor: moh. habil masri







Komentar