Pengelolaan Industri Kerajinan Harus Menghidupkan UMKM, Pesan Gubernur Sulteng di Rapat Pengurus Dekranasda

Ekobis, Headline647 Dilihat

PALU, Sulteng Today – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulteng menggelar rapat pengurus di Sutan Raja Hotel Palu, Sabtu, 20 Desember 2025.

Di forum ini, Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, M.Si memotivasi pengurus Dekranasda.

Ia menegaskan, perlunya perubahan pola kerja Dekranasda agar pengembangan industri kerajinan tidak lagi bersifat seremonial. Tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, dan kesejahteraan para perajin.

“Kalau Dekranasda mau maju, pola kerjanya harus kita ubah. Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara lama. Pengelolaan industri kerajinan harus profesional dan berbasis perencanaan yang jelas. Tujuan kita bukan sekadar pameran atau kebanggaan simbolik, tetapi bagaimana kerajinan ini memiliki nilai ekonomi dan benar-benar menghidupkan UMKM serta para perajin,” tegas Gubernur.

Dekranasda Sulteng kata Anwar Hafid harus didampingi tenaga ahli atau konsultan, yang mampu menyusun roadmap atau peta jalan pengembangan kerajinan dari hulu hingga hilir. Mulai dari proses produksi, penguatan kualitas produk, hingga pemasaran yang berorientasi pasar.

“Dekranasda perlu didukung konsultan yang bisa melihat potensi, memiliki jejaring, dan mampu menyusun perencanaan lima tahunan yang terukur. Tanpa perencanaan yang matang dan profesional, industri kecil tidak akan berkembang besar. Ini bukan soal pasar semata, tetapi bagaimana kita menyiapkan produk yang siap dan layak dijual,” ujarnya.

Menurut Gubernur Anwar Hafid, Dekranasda memiliki kekuatan besar sebagai lembaga formal yang berdampingan dengan pemerintah.

Dengan dukungan kebijakan daerah, peluang pasar sebenarnya sangat terbuka, termasuk melalui sektor pendidikan, pariwisata, hingga kewajiban penggunaan produk bermotif khas daerah di fasilitas publik dan perhotelan.

Di kesempatan yang sama Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, menyampaikan rapat pengurus ini menjadi pertemuan perdana setelah konsolidasi kepengurusan 30 Juni 2025.

Ia menilai pertemuan tersebut sebagai momentum penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mendukung program prioritas pembangunan 2025–2030.

“Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Dekranasda dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya dalam pengembangan industri kerajinan unggulan yang berbasis pada potensi dan kearifan lokal,” ujar Sry Nirwanti Bahasoan.

Ia menambahkan, dengan masa kepengurusan sekitar empat tahun lagi, seluruh pengurus diharapkan dapat bekerja lebih fokus, solid, dan terkoordinasi dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab organisasi.

Koordinasi lintas bidang dinilai penting untuk merumuskan program kerja yang terarah dan berkelanjutan.

Sry Nirwanti Bahasoan juga menyoroti besarnya peluang pengembangan kerajinan daerah melalui sektor pariwisata.

Ia mencontohkan kunjungannya ke sejumlah resort di wilayah Ampana yang dikelola investor asing, namun belum menampilkan produk kerajinan khas Sulawesi Tengah.

“Ini peluang besar yang harus kita ambil. Banyak pihak sebenarnya tertarik menggunakan kain khas daerah seperti batik bomba dan tenun Sulawesi Tengah, tetapi mereka belum tahu harus berkoordinasi dengan siapa. Di sinilah peran Dekranasda untuk menjembatani perajin dengan pasar,” jelasnya.

Ia berharap ke depan produk kerajinan Sulawesi Tengah tidak hanya ditampilkan dalam pameran, tetapi juga hadir dalam berbagai bentuk kreatif seperti cenderamata, perlengkapan hotel, hingga produk fesyen yang sesuai dengan karakter wisata daerah. Dengan pengelolaan yang tepat, Dekranasda diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Untuk diketahui, rapat pengurus Dekranasda Sulteng akhir tahun 2025 ini mengangkat tema Sinergi, Kolaborasi dan Akselerasi Pengembangan Industri Kerajinan di Sulawesi Tengah.**

editor: moh. habil masri

Komentar