GenRe Go To School, Ketua TP PKK Ingatkan Pelajar di Kota Palu tak Menikah Dini

Headline, Pendidikan364 Dilihat

PALU, Sulteng Today – Program GenRe (Generasi Berencana) go to school mulai dilaksanakan secara masif di Kota Palu. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Palu mengedukasi remaja dalam menghadapi kehidupan berkeluarga, dengan memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi, penundaan usia pernikahan serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Selasa, 6 Mei 2026, kegiatan GenRe go to school dilaksanakan di SMP Al-Azhar Mandiri Palu. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Palu, Hj. Diah Puspita, S.A.P., M.A.P, turut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Di program GenRe go to school ini, Diah Puspita juga menjabat sebagai Bunda GenRe. Karenanya, Diah Puspita terlibat aktif dalam kegiatan tersebut, sekaligus memberikan edukasi kepada para siswa terkait pentingnya pencegahan stunting, melalui pendewasaan usia perkawinan.

Edukasi ini diberikan kepada perwakilan siswa dengan harapan dapat diteruskan kepada seluruh teman-temannya di lingkungan sekolah.

Dalam pemaparannya, Diah Puspita menjelaskan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kembang pada anak yang tidak hanya berdampak pada tinggi badan, tetapi juga pada perkembangan otak dan kecerdasan.

“Stunting itu bukan hanya sekadar tinggi pendeknya badan, tetapi pertumbuhan dan perkembangan otak anak juga terganggu. Saya tidak ingin anak-anak Kota Palu mengalami stunting,” tegas Bunda Diah.

Bunda Diah juga menekankan pentingnya tidak melakukan pernikahan dini, karena berbagai dampak negatif yang ditimbulkan, baik dari sisi kesehatan, kesiapan fisik, maupun kematangan emosi.

“Anak-anak adalah orang tua di masa depan. Tapi ingat, tidak boleh menikah dini. Kalian harus mempersiapkan diri dengan baik, baik dari segi fisik, mental, maupun ekonomi, agar dapat melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Diah Puspita.

Diah Puspita juga mengapresiasi SMP Al-Azhar Mandiri Palu, yang telah dinobatkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan.

Ia berharap predikat tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi sekolah lainnya.

“Saya tidak meragukan pendidikan karakter di sekolah ini. Pendewasaan usia perkawinan sangat penting dalam mencegah stunting. Dengan perencanaan yang matang, kita bisa melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat secara ekonomi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Diah juga memberikan motivasi kepada para siswa agar berani bermimpi setinggi-tingginya dan menjauhi perilaku negatif seperti pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan.

Tantangan masa depan kata Diah sangat besar, karena itu generasi muda dituntut memiliki karakter yang kuat, disiplin, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Persaingan saat ini luar biasa. Kalian harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, menjaga kesehatan, serta fokus pada pendidikan agar tidak terjebak pada hal-hal yang merugikan,” jelas Diah Puspita sebagaimana dikutip Sulteng Today dari laman resmi Pemkot Palu.**

editor: moh. habil masri

Komentar