UIN Datokarama Latih Dosen dan Tendik sebagai Pelopor Moderasi Beragama

Headline, Pendidikan366 Dilihat

PALU, Sulteng Today – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama melatih dosen dan tenaga kependidikan (Tendik) di lingkup perguruan tinggi negeri tersebut, sebagai pelopor moderasi beragama untuk meningkatkan kualitas kerukunan antar umat beragama dalam kehidupan sosial keagamaan.

“Penguatan pemahaman untuk meningkatkan wawasan dosen dan tenaga kependidikan tentang moderasi beragama, menjadi hal penting. Karena, kita hidup di masyarakat yang multi-religi dan multi kultur,” ungkap Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Datokarama, Dr Hamka saat menyampaikan sambutan pada seremonial pembukaan Pelatihan Moderasi Beragama Jenjang Pelopor bagi dosen dan tenaga kependidikan UIN Datokarama, di Kota Palu, Senin, 22 Juni 2026.

Pelatihan Moderasi Beragama Jenjang Pelopor bagi dosen dan tenaga kependidikan UIN Datokarama, dilaksanakan oleh Pusat Moderasi Beragama, Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) mulai tanggal 22 – 23 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti 40 orang dosen dan 10 tenaga kependidikan.

Dr Hamka mengemukakan moderasi beragama bukanlah aliran kepercayaan atau faham tertentu. Melainkan, cara pandang, sikap dan prilaku beragama yang moderat tidak ekstrim kanan dan tidak ekstrim kiri.

Oleh karena itu, dengan wawasan moderasi beragama yang tujuannya untuk membentuk sikap dan pandangan moderat, menjadi penyeimbang atau penengah.

“Oleh karena itulah, kami sangat berharap kita sangat berharap bahwa para teman-teman peserta betul-betul bisa mengikuti kegiatan ini dengan serius. Karena pada akhirnya nanti, ini akan dibawa ke ruang-ruang kelas kita masing-masing, menularkan moderasi beragama ini kepada para mahasiswa kita,” kata Dr Hamka.

Ia menilai bahwa, para dosen dan tenaga kependidikan perlu menularkan moderasi beragama kepada mahasiswa dalam proses pembelajaran di kelas. Hal ini untuk membentuk mahasiswa yang moderat.

Di samping itu, penguatan pemahaman moderasi beragama merupakan salah satu visi UIN Datokarama, yang harus diimplementasikan secara masif.

“Dengan tujuan untuk memastikan seluruh sivitas akademika memiliki cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang ramah, terbuka, serta selaras dengan komitmen kebangsaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan Drs Ismail Pangeran M.Pd.I mengemukakan bahwa, panitia menghadirkan beberapa tokoh agama dari agama Islam dan non-muslim untuk menyampaikan materi pada pelatihan Moderasi Beragama Jenjang Pelopor bagi dosen dan tenaga kependidikan UIN Datokarama.

“Pelatihan ini menjadi modal penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai moderasi ke dalam kurikulum dan proses belajar-mengajar. Ruang kelas tidak boleh menjadi tempat doktrinasi yang kaku, melainkan ruang diskusi yang menghidupkan nalar kritis yang santun,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, kata Ismail, diharapkan nilai-nilai moderasi beragama akan tercermin dalam pelayanan publik yang inklusif.

“Dengan lahirnya para Pelopor Moderasi Beragama ini, UIN Datokarama Palu tidak hanya melahirkan sarjana yang cerdas secara intelektual, tetapi juga agen-agen perdamaian yang siap merajut harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk,” ujarnya dalam rilis yang diterima Sulteng Today.**

editor: moh. habil masri

Komentar