PALU, sultengtoday.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si menekankan pentingnya ketelitian dalam melaksanakan program yang sudah direncanakan.
Ia meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengevaluasi pelaksanaan kegiatan. Terutama paket pekerjaan yang rawan tidak terselesaikan sebelum akhir tahun anggaran.
Penegasan ini disampaikan Gubernur Anwar saat rapat pimpinan (Rapim) dengan agenda, evaluasi dan pengawasan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025 bersama OPD lingkup Pemprov Sulteng, Rabu 3 September 2025.
Saat memimpin rapat di ruang Polibu ini, Gubernur Anwar didampingi Wakil Gubernur, dr. Reny A. Lamadjido dan Sekretaris Daerah Novalina.
Secara khusus, Anwar menyoroti Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menurutnya, harus menjadi fokus utama. Mengingat mulai tahun 2026, transfer dari pusat ke daerah akan berkurang 30 persen. Setiap OPD wajib kreatif membuka akses program ke kementerian terkait.
“Kita perlu kembali seperti sebelum 2014, aktif mengejar program ke pusat. Setiap OPD harus punya jalur di kementerian, tidak boleh pulang dengan tangan kosong. Itulah yang saya sebut APBD bayangan, kegiatan yang bisa kita tarik dari pusat,” jelasnya.
Gubernur memberi contoh keberhasilan dalam peningkatan pajak air permukaan. Ia menekankan, pengawasan wajib pajak bukan hanya tanggung jawab Badan Pendapatan Daerah, tetapi semua dinas harus berperan.
“Bapenda itu ibarat striker. Tapi kalau tidak ada bola yang dioper dari OPD lain, bagaimana bisa cetak gol? Karena itu saya minta semua dinas melakukan pengawasan serius di bidang masing-masing,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anwar juga mengenang pengalamannya saat masih menjabat di daerah pada 2005.
Saat itu, ia dipercaya memegang banyak jabatan sekaligus, termasuk mengoordinasikan proyek pembangunan dan menertibkan kawasan pesisir danau yang puluhan tahun tidak tersentuh.
“Itu bukti bahwa saya tidak hanya bercerita, tapi benar-benar bekerja di lapangan. Pengalaman itu jadi bekal saya dalam mengawal pembangunan di Sulawesi Tengah,” katanya.
Ke depan, Gubernur menegaskan pentingnya digitalisasi dan sistem pengawasan berbasis teknologi untuk memperkuat tata kelola pembangunan. Ia mencontohkan penggunaan CCTV dan command center sebagai instrumen kontrol publik yang efektif.**
editor: moh. habil masri







Komentar