Buka Dikbar, Legislator PKB Minta Perempuan Bangsa di Sulteng Jaga Lingkungan dari Botol Plastik

Headline, Politika699 Dilihat

PALU, sultengtoday.id – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perempuan Bangsa (Ketum DPP PB), Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh, MA memotivasi kader Perempuan Bangsa di Sulteng agar mengambil peran strategis di dunia politik.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini menceritakan pengalamannya dalam memperjuangkan berbagai kebijakan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan perempuan.

Saat membahas undang-undang ketenaga kerjaan dirinya ngotot agar perempuan hamil harus mendapatkan cuti.

“Cuti itu diambil atau tidak, harus dimasukkan dalam undang-undang. Begitupula dengan cuti melahirkan dan cuti menstruasi. Karena yang tahu persis bagaimana sakitnya ketika menstruasi hanyalah perempuan. Dan yang bisa memperjuangkan itu hanya,” jelas Nihaya ketika menyampaikan sambutan pada pembukaan Pendidikan Kader Badan Partai (Dikbar) pengurus wilayah dan pengurus cabang Perempuan Bangsa di Hotel Sutan Raja Palu, Kamis, 14 Agustus 2025.

Nihaya juga bercerita ketika mendorong kebijakan penyediaan tempat menyusui di ruang publik. Hanya perempuan yang mengetahui betapa sulitnya menyusui anak di ruang publik, seperti mall, bandara dan fasilitas publik lainnya.

“Alhamdulillah, fasilitas-fasilitas yang dikhususnya buat perempuan menyusui sudah relatif tersedia di ruang-ruang publik. Hal itu butuh perjuangan, dan yang memperjuangkan itu harus perempuan,” jelasnya lagi.

Terkait pelaksanaan Dikbar Perempuan Bangsa, Nihaya menargetkan tahun ini Dikbar harus dilaksanakan minimal 100 titik di seluruh Indonesia. DPP PB menargetkan, Dikbar ini dapat melahirkan perempuan-perempuan hebat yang akan mengikuti kontestasi pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2029 ataupun Pileg tahun 2031.

“Setidaknya 10 persen saja kader perempuan bangsa yang mengikuti Dikbar mau berkontestasi di Pileg 2029 atau Pileg 2030 mendatang, itu sudah sangat luar biasa,” jelas Nihaya.

Berdasarkan pengalaman kata Nihaya saat rekrutmen calon anggota legislatif, kesulitan terbesar partai politik adalah mencari Caleg perempuan. “Menghadapi Pileg 2029 kader-kader perempuam di PKB sudah harus siap lebih awal,” jelasnya.

Nihaya menekankan kepada perempuan bangsa agar menjaga lingkungan dari botol plastik. “Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dari botol plastik. Karena ketika lingkungan rusak perempuan menjadi kelompok pertama yang paling susah. Kita harus memulai dari perempuan bangsa untuk menyatakan tidak untuk botol plastik,” ungkap Nihaya.

Anggota DPR RI tiga periode ini meminta kepada pengurus perempuan bangsa di semua tingkatan agar tidak menyediakan minuman kemasan botol plastik. “Gerakan kecil untuk menjaga lingkungan dari botol plastik harus dimulai dari perempuan bangsa,” ungkapnya lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulteng, Rahmawati M. Nur dalam sambutannya menyampaikan apresiasi positif kepada pengurus wilayah dan Pengurus Cabang Perempuan Bangsa Kabupaten Sigi, Donggala, Parimo dan Kota Palu.

“Perencanaan Dikbar ini dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Tetapi alhamdulillah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya perempuan bangsa mampu mengorganisir perempuan-perempuan hebat untuk mengikuti Dikbar kali ini,” jelas Ketua Fraksi PKB DPRD Sulteng ini.

Rahma juga menyampaikan terima kasih kepada Ketum DPP PB yang membantu DPW PB Sulteng dalam menyukseskan kegiatan Dikbar tersebut. “Dari hati yang tulus Saya juga menyampaikan terima kasi kepada sahabat-sahabat instruktur dari DPP PB yang telah bekerja keras dalam menguatkan kapasitas dan menularkan ilmu pengetahuan kepada peserta Dikbar,” jelas Rahma.

Ketua DPW PB, Nurbia Kamal, SE dalam laporannya menjelaskan, peserta Dikbar dari tiga kabupaten dan Kota Palu berjumlah 150 orang. Peserta ini katany dibagi menjadi dua kelas, sehingga proses pembelajaran berlangsung efektif.

“PB sebagai badan partai terus didorong untuk meningkatkan kualitas perempuan, mengembangkan wawasan, memperkuat solidaritas dan membangun jejaring,” jelas Nurbia,” jelas Nurbia kepada sultengtoday.id.**

Komentar