JAKARTA, Sulteng Today — Pemerintah Indonesia berupaya keras menyiapkan generasi unggul sebagai perwujudan Visi Indonesia Emas 2045.
Salah satu program yang bertujuan menyiapkan generasi tangguh adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, di tengah pelaksanaan program ini Kementerian Kesehatan RI mempublikasikan data yang membuat publik tercengang.
Saat ini, jutaan warga Indonesia mengalami gangguan kejiwaan.
“Sekitar 2 juta di antara warga Indonesia yang mengalami gangguan kejiwaan adalah anak-anak,” Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menanggapi kondisi memprihatinkan ini, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Arzeti Bilbina meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap penanganan kesehatan mental, khususnya pada anak.
“Negara perlu hadir dengan kebijakan dan layanan kesehatan mental yang terukur agar persoalan tersebut dapat ditangani secara komprehensif,” ujar Arzeti Bilbina, Senin, 3 November 2025.
Arzeti mengatakan kondisi ini mencerminkan bahwa isu kesehatan mental telah menjadi masalah nasional dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya pemerintah harus menjadi pionir dalam membangun sistem perlindungan dan penanganan kesehatan jiwa anak, disertai dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Ia juga menegaskan pentingnya komunikasi terbuka antara orangtua dan anak untuk mencegah tekanan mental yang dapat memicu gangguan kejiwaan.
“Kami juga mendorong agar edukasi kesehatan mental dimasukkan dalam kurikulum sekolah serta meningkatkan sosialisasi terkait tanda-tanda gangguan jiwa untuk deteksi dini,” ujarnya.Arzeti, meningkatnya kesadaran masyarakat dapat membantu mencegah dan mempercepat penanganan gangguan mental pada anak.
Dia tidak ingin berbagai gangguan mental pada anak akan memicu kasus bunuh diri atau depresi berkepanjangan yang merusak masa depan generasi muda bangsa.**
editor: moh. habil masri
