Natal Oikumene 2025, Gubernur Anwar Hafid: Semoga Berkat untuk Sulteng Nambaso

Headline, Sulteng616 Dilihat

PALU, Sulteng Today – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si berharap, Perayaan Natal Oikumene Tahun 2025 menjadi sumber berkat bagi kehidupan masyarakat, dan pembangunan daerah menuju Sulawesi Tengah yang maju, berkelanjutan atau Sulteng Nambaso.

Harapan tersebut disampaikan Gubernur Anwar Hafid saat menghadiri Perayaan Natal Oikumene Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan KORPRI Sulawesi Tengah, yang digelar di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Senin malam, 22 Desember 2025.

Perayaan Natal yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” itu berlangsung khidmat, dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah, aparatur sipil negara, serta umat Kristiani di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Hadir pula di kegiatan tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido,Sp.PK, M.Kes, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Tengah Ir.Hj.Sry Nirwanti Bahasoan, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Pengurus Korpri Sulteng, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah Prof. H. Zainal Abidin, Pengurus Besar Alkhairaat/Panglima Garda Alkhairaat, serta unsur forum komunikasi antarumat beragama.

Gubernur Anwar Hafid dalam kesempatan tersebut menegaskan, nilai-nilai religius harus menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kata gubernur, berkomitmen menjadikan nilai keagamaan sebagai payung dalam seluruh aktivitas sosial dan pembangunan melalui program Berani Berkah.

“Hidup ini penuh dengan nilai. Jika nilai religius dijadikan landasan dalam kehidupan masyarakat, maka keberkahan akan hadir, baik dalam kehidupan keluarga maupun dalam pembangunan daerah,”ujarnya.

Menurutnya, kehidupan dan daerah yang diberkahi ditandai dengan selalu adanya jalan keluar di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Tidak ada manusia yang hidup tanpa masalah. Namun kehidupan yang diberkati adalah ketika setiap masalah selalu disertai jalan keluar,”tuturnya.

Ia menekankan pentingnya pemahaman agama yang luas sebagai kunci terciptanya toleransi dan moderasi beragama di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Tengah.

Ia menilai, semakin luas pemahaman seseorang terhadap ajaran agamanya, maka semakin terbuka dan moderat sikapnya dalam kehidupan sosial.

Sebaliknya, pemahaman yang kurang berpotensi melahirkan sikap intoleran.Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan agama sebagai sarana pemersatu dalam membangun Sulawesi Tengah.

“Dengan pemahaman yang luas, tidak ada perbedaan di antara manusia. Semua bersaudara di hadapan Tuhan. Inilah semangat yang harus kita rawat demi Sulteng yang damai dan diberkahi,”pungkasnya, sebagaimana dikutip Sulteng Today dari rilis Biro Adpim Setdaprov Sulteng.**

Komentar